Puluhan Pemuda Menjadi Relawan Pengajar di Daerah Terpencil

The Jakarta Post, halaman 3

Di dalam Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), para pemuda Indonesia itu dapat menyalurkan semangat mereka untuk pendidikan Indonesia dengan menjadi relawan sebagai guru di daerah terpencil. Setiap enam bulan sekali GIM mengirimkan pemuda berpendidikan dalam batch baru untuk mengajar selama satu tahun di sekolah dasar di daerah terpencil di seluruh nusantara. Sejak November 2010 GIM telah mengirimkan sebanyak 12 batch (kelompok).

Salah satu pemuda yang menjadi relawan, Rahmat Danu Andika, mengatakan, dirinya belajar bagaimana cara untuk mendapatkan kepercayaan dari penduduk setempat selama tugasnya di Desa Pelita, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ia mengatakan bahwa awalnya sangat sulit untuk membuat anak-anak mendengarkan instruksi darinya dan bahkan lebih dipersulit lagi karena dirinya berada di dalam batch pertama. Para siswa di daerah terpencil tersebut memiliki budaya yang berbeda.

Patrick Samuel, yang berada pada batch kesembilan, mengatakan dirinya sering diminta untuk berbagi pengetahuan dengan anak-anak di Desa Waya, Halmahera Selatan. Dia mengatakan bawah anak-anak dan para penduduk di desa sangat antusias untuk belajar, namun bagian yang paling menantang adalah bagaimana cara memberikan metode pengajaran secara pas pada sekolah-sekolah lokal tersebut sehingga kehadirannya  akan bermanfaat bahkan ketika dirinya tidak dapat hadir disana lagi.  Patrick yang telah menghabiskan waktu selama 12 bulan tersebut melihat telah adanya perubahan positif yang bertahap pada guru-guru sekolah dan serta anggota masyarakat lainnya.

Pada dasarnya, metode pendidikan dasar GIM untuk anak anak difokuskan pada masyarakat dan keterlibatan sekolah, perubahan perilaku, dan perkembangan individu anak jangka panjang. Untuk menjadi seorang pendidik di GIM, para pendaftar harus melewati beberapa tahap penyaringan dengan ribuan pemuda lainnya sebagai pesaing mereka yang nantinya hanya akan dipilih oleh GIM sebanyak 40 sampai 50 pendidik yang lolos untuk setiap batch-nya.

Program ini – yang didirikan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang saat ini tengah mencalonkan diri pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta –  telah mengerahkan 713 pendidik muda untuk mengajar lebih dari 30.000 orang di 22 provinsi. Sebagian besar dari mereka dikirim ke daerah yang miskin dan terpencil, seperti Rotte Ndao di Nusa Tenggara Timur, Fakfak di Papua Barat, Gersik di Jawa Timur, Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dan Lebak di Banten.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s