Tim Mahasiswa Indonesia Memenangi Food Innovation Challenge

www.tempo.co

Tiga mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, terpilih sebagai pemenang pertama dalam Youth Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) World Food Innovation Challenge yang diadakan oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Mereka memperkenalkan MINO teknologi Microbubbles Generator, yang dapar meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air, dimana sebagai hasilnya, teknologi itu akan memperbesar ukuran ikan nila sebesar 40 persen. Dengan ukuran sebesar itu, berarti menunjukan bahwa ikan dapat memiliki kelangsungan hudup yang lebih tinggi serta meningkatkan hasil produksi petani ikan.

Untari Febrian Ramadhani, salah satu anggota tim mengatakan, bahwa tim percaya teknologi ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani ikan, tetapi juga akan meningkatkan kesempatan kerja di sektor lain, serta meningkatkan ketahanan pangan lokal, internasional, dan regional.

Semua anggota tim MINO diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan studi ke Austin, Texas, salah satu pusat teknologi di Amerika Serikat pada bulan Maret 2017 mendatang.

Kuasa Usaha AS untuk Indonesia Brian McFeeters mengatakan, Amerika Serikat berkomitmen dengan ASEAN dalam memberikan kesempatan kepada orang-orang muda agar dapat berkontribusi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. AS mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang memiliki potensi besar untuk mengembangkan solusi teknologi inovatif bagi beberapa tantangan, terutama yang paling kompleks dari ketahanan pangan. Itu sebabnya, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) meluncurkan YSEALI World Food Innovation Challenge pada Februari 2016 sebagai bagian dari inisiatif pemerintah AS untuk melibatkan pemuda di Asia Tenggara.

Tentangan inovasi yang diselenggarakan USAID dalam kemitraan dengan perusahaan teknologi raksasa Cisco dan Intel ini mengundang pemuda dari seluruh negara angora ASEAN untuk mengusulkan solusi berbasis teknologi yang dapat membantu mengatasi beberapa tantangan terbesar di Asia Tenggara di bidang pertanian, akuakultur, dan perikanan. Lebih dari 200 aplikasi datang dari Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s