Kurikulum Pendidikan Indonesia Belum Penuhi Kebutuhan Industri

Suara Pembaruan, halaman 16

Presiden Singapura Management University (SMU) Arnoud De Meyer mengatakan sudah menemukan akar masalah di sektor pendidikan di negara ASEAN. Berdasarkan hasil survey keahlian angkatan kerja yang dihadapi oleh negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand yang dilakukan SMU bekerja sama dengan perusahaan layanan keuangan global J.P Morgan selama satu tahun, terungkap sistem pendidikan atau kurikulum belum memenuhi kebutuhan dunia.

Arnoud mengatakan, survey ini ditemukan jika masalah yang dihadapi saat ini diperparah oleh sistem pendidikan atau kurikulum yang belum bisa memenuhi kebutuhan dunia yang terus berkembang. Arnoud menyebutkan,   ketidaksiapan ini terlihat dari jumlah tenaga pendidik berkualitas yang belum mencukupi, serta pendanaan masih kurang memadai.

Pasalnya, pada penelitian ditemukan bahwa Indonesia unggul pada industri yang membutuhkan keahlian rendah, sehingga Indonesia perlu secara signifikan menambah jumlah pekerja ahli untuk mengangkat status ekonominya menjadi negara berpendapatan menengah. Arnoud menambahkan saat ini hanya 16% sarjana yang mempelajari bidang teknik, konstruksi, dan manufaktur akan keahlian-keahlian inti yang penting bagi Indonesia ketika ekonomi semakin terindustrialilasi. Ini menunjukkan jika Indonesia membutuhkan perombakan yang besar dan fundamental terhadap road map pendidikan nasional untuk mengatasi masalah kelangkaan tenaga kerja ahli yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s