UNG Meminta Mahasiswa LGBT Untuk Mengubah Orientasi Seksual Mereka

The Jakarta Post, halaman 2

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsu Qamar Badu pada Kamis lalu memutuskan untuk mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di kampusnya.

Syamsu berencana membentuk tim khusus untuk memantau mahasiswanya yang diklaim memiliki orientasi seksual LGBT. Mahasiswa LGBT akan diwajibkan untuk menghadiri sesi khusus untuk dikembalikan lagi sesuai dengan “kodratnya”, dan jika mereka menentang persyaratan tersebut, pihak univeristas akan menjatuhkan sanksi berat terhadap mereka.

Tim khusus tersebut terdiri dari psikolog dan ahli terkait lainnya dan akan berfungsi seperti badan intelijen, dimana anggotanya akan bekerja dengan cara menyamar dan berteman dengan para mahasiswa guna mendiagnosa orientasi seksual mereka.

Mahasiswa yang diduga memiliki orentasi seksual, seperti homoseksual, nantinya akan diminta oleh tim untuk mendaftarkan diri mereka untuk berkonsultasi agar dapat diberikan “perawatan khusus” sehingga mereka dapat kembali menjadi “normal”.

Pengumuman mengenai pembentukan tim ini, menurut Syamsu, akan menjadi peringatan untuk para mahasiswa LGBT. Semua mahasiswa yang diduga LGBT akan diwawancara secara mendalam. Tim juga diberikan kekuasaan oleh pihak univeristas untuk memanggil orang tua mahasiswa yang memiliki orientasi LGBT tersebut. Dia menambahkan, operasi tersebut dilakukan secara diam-diam dan tidak akan menyelidiki semua mahasiswa secara sekaligus, sebab dirinya tidak ingin menarik perhatian yang tidak diperlukan selama prosesnya.

Syamsu menekankan pihak kampus tidak akan lagi mendukung fasilitas kampus bagi mahasiswa LGBT yang menolak untuk memberitahukan identitas LGBT mereka, dan akan mencabut beasiswa mereka. Namun demikina, Syamsu menambahkan, pihak univeristas tidak akan mengusir mahasiswa LGBT dari kampus karena dirinya menghormati hak mereka dalam memperoleh pendidikan.

Sementara itu, Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiwaan Kemenristekdikti, Intan Ahmad, mengatakan, sikap kementerian pada mahasiswa LGBT akan tetap konsisten dengan pernyataan dari Menristekdikti M Nasir yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan dari rektor UNG yang membuat kebijakan mengenai mahasiswa LGBT tersebut. Namun, dirinya tidak setuju dengan rencana rektor UNG yang akan mencabut beasiswa dan fasilitas kampus lainnya jika mahasiwa LGBT tersebut menyembunyikan identitasnya sebagai LGBT.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s