PT Akademik Dimoratorium

Kompas, halaman 13, Sabtu, Nov 5

Mulai 2017, pendirian perguruan tinggi akademik dimoratorium karena jumlahnya dianggap sudah memadai. Sebaliknya, pendirian perguruan tinggi vokasi terus didorong untuk mendukung ketersediaan tenaga kerja untuk industri. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan, pembukaan PT akademik hanya untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, serta daerah dengan kebutuhan khusus.

Direktur Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Patdono Suwignjo mengatakan, penyelenggaraan PT vokasi memang lebih mahal ketimbang PT akademik. Perangkat workshop bisa berharga miliaran rupiah. Belum lagi praktik 60-70 persen berikut sertifikasinya.

Menurut Patdono, pembukaan politeknik baru masih mengandalkan pemerintah, terutama untuk empat bidang prioritas yakni maritim, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Selain Kemristekdikti, kementerian lain, seperti Kementerian Perhubungan, Pariwisata, Perindustrian, ataupun Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membukan politeknik baru. Pemerintah daerah juga didorong membuka akademi komunitas.

Pendirian politeknik oleh dunia usaha juga didorong. Contohnya, Politeknik Enjineering Indonesia (PEI) di Purwakarta, Jawa Barat, yang didirikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Direktur PEI Resdiansyah mengatakan, pendirian PEI untuk menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan di Purwakarta dan sekitarnya. Tersedia beasiswa bagi mahasiswa miskin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s