Sistem Pemilihan Rektor Diubah Setelah Diduga Adanya Praktik Suap.

The Jakarta Post, halaman 3, Sabtu, Nov 5

Pada saat universitas di Indonesia masih berjuang untuk bersaing menjadi yang terbaik di level regional, berita kurang baik muncul setelah muncul dugaan adanya praktik suap dalam pemilihan rektor di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Ombudusman Republik Indonesia baru-baru ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang adanya dugaan kasus suap dalam pemilihan rektor di tujuh kampus negeri di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Seorang petinggi partai politik dan pejabat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi diyakini telah mendalangi praktik terlarang tersebut.

Kemungkinan kaus suap yang terjadi bisa menjadi fase transisi paling penting untuk universitas, sekalipun belum terbukti oleh pihak berwenang, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Tetapi, menurut KPK, peraturan menteri pada tahun 2010 yang memberikan 35 persen suara untuk Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam pemilihan rektor, dapat menciptakan kondisi untuk melakukan tindakan suap yang berkembang pada tahap pemilihan.

Hal itu disebabkan, karena keputusan dari menteri bisa menentukan hasil dari pemilihan, banyak orang diduga melakukan klaim bahwa mereka dekat dengan Menristekdikti dan memengaruhi dosen-dosen dengan iming-iming bahwa dosen tersebut dapat menjadi rector. Oknum tersebut juga mengatakan bahwa mereka bisa melobi menteri untuk mendukung kandidat dengan memberikan hak suara menteri untuk mereka.

Menangkap perhatian dari KPK, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir berjanji akan merubah mekanisme pemelihan rektor untuk mencegah praktik terlarang tersebut di masa mendatang.

Sebuah tim penilai gabungan yang terdiri dari Kemeristekdikti, KPK, Ombudsman, dan Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) telah dibentuk untuk menetukan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk membuat lembaga perguruan tinggi menjadi lembaga yang “transparan dan akuntabel”

Nasir menambahkan, kajian tentang mekanisme pemilihan rektor di universitas negeri sangat dibutuhkan saat ini, sebab dirinya ingin rektor yang memiliki kualitas yang baik dalam memimpin kampus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s