Survei: Indonesia Memerlukan Lebih Banyak Lulusan Tenaga Kerja Terampil untuk Kebutuhan Industri

www.jakartaglobe.id

Sebuah studi yang dirilis tahun lalu oleh perusahaan jasa keuangan global J.P. Morgan dan Singapore Management University (SMU) mengungkapkan bahwa Indonesia kurang memiliki tenaga kerja terampil. Hal itu disebabkan karena adanya kesenjangan besar antara pihak akademisi dan industri.

Dalam studi itu ditemukan bahwa lembaga pendidikan tidak mengajarkan keahlian yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Sektor pertumbuhan utama di Indonesia, seperti teknologi informasi dan komunikasi, menemukan bahwa banyak lulusan sekolah yang kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam industri tersebut.

Indonesia saat ini memiliki banyak tenaga kerja dengan keterampilan rendah. Namun, untuk mengangkat perekonomian negara, diperlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan lebih.

J.P. Morgan dan SMU secara khusus memberikan rekomendasi dan menyarankan pemerintah Indonesia untuk merevisi kurikulum lamanya dan meningkatkan konsultasi antara pihak akademisi dan industri, menyediakan infrastruktur yang memadai dan guru yang berkualitas. Hal itu dibutuhkan guna menghasilkan lulusan yang dapat diserap oleh dunia industri.

Menurut studi tersebut, adanya pelatihan bagi lulusan sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pihak sekolah saja, namun juga tanggung jawab sektor swasta, terutama perusahaan-perusahaan besar. Studi tersebut mengutip program magang di perusahaan otomotif Toyota Indonesia yang bisa dipakai sebagai model.

Pemerintah juga didesak untuk melonggarkan aturan bagi tenaga kerja asing terampil dalam industri-industri penting yang mengalami pertumbuhan cepat guna menarik lebih banyak investasi asing. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan lapangan kerja guna menampung angkatan kerja muda yang dinamis, karena mereka merupakan dan aset utama bangsa. Saat ini, tingkat pengangguran di kalangan muda Indonesia berada di kisaran lebih dari 18 persen.

Presiden SMU Arnoud De Meyer mengagtakan, Indonesia harus memanfaatkan sebaik-baiknya angkatan kerja muda sebagai keunggulan kompetitif dan memprioritaskan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta memastikan bahwa tenaga pendidikan berkualitas cukup tersedia. Selain itu, diperlukan keterlibatan yang lebih besar bagi para pemain di dunia industri, yang dapat menawarkan program magang dan pelatihan praktis guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s