Membentuk Jiwa Peneliti Sejak Dini

Jawa Pos, halaman 26

Jumlah peneliti di Indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal itu diakui Ananto Kusuma Seta, staf ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dia menyatakan pentingnya menanamkan jiwa sebagai peneliti sejak dini untuk membangun dunia penelitian. Dirinya mengatakan melalui pengembangan pendidikan karakter atau full-day school, Kemendikbud ingin mencipatakan inovator dan saintis dari anak mulai usia dini.

Dengan pendidikan karakter di sekolah, lanjut dia, anak-anak bisa mengeksplor lingkungan dengan lebih menyenangkan dan dalam. Setelah mengikuti pelajaran, anak-anak bisa belajar hal-hal yang menyenangkan dengan cara blended learning dan learning by doing. Lebih lanjut Ananto mengatakan sejak kecil anak-anak harus dibekali degan keterampilan abad ke-21. Di antaranya problem solving, creativity, collaboration, critical thinking character and citizenship.

Sementara itu, Arief Rachman, pakar pendidikan, menuturkan, menumbuhkan jiwa meneliti sejak kecil memang penting. Terutama melihat jumlah penelitian di Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain. Arif mengatakan banyak orang tua murid yang begitu anaknya lulus lantas menyuruh anak mencari pekerjaan yang populer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s