Ekosistem TIK Dihidupkan

Media Indonesia, halaman 8

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah yang utama dan harus menjadi perhatian pemerintah ialah ekosistem pendukung yang belum memadai seperti kemampuan guru dan keterbatasan akses internet. Hasil penelitian Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) menunjukkan lebih dari 50% kepala sekolah dan guru tidak menggunakan internet.

Hal itu menjadi kendala dalam pembelajaran TIK di sekolah. Padahal, pemerintah teah mengadopsi kerangka kompetensi TIK ke dalam Permendikbud No 16/2007 tentang Kompetensi Guru yang menyebutkan bahwa murid belajar dan beradaptasi dengan TIK secara bertahap, sama seperti literasi atau keaksaraan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Plt Kepala Perbukuan dan Kurikulum Kemendikbud Nizam mengatakan, pihaknya akan membangun ekosistemnya meski secara eksplisit tidak ada lagi mata pelajaran TIK. Bukan sekedar membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan TIK. Lebih dari itu, Kemendikbud memberi penyadaran bahwa siswa harus memanfaatkan TIK untuk menjawab kehidupan sehari-hari.

Sementara, Kepala Pusat TIK Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Ari Santoso menambahkan, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya mengenai infrastruktur, melainkan juga dorongan generasi ke empat untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih kreatif dengan TIK. Kemendikbud saat ini tengah mengarahkan pola pikir seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s