Festival Film Sains Kembali Digelar untuk Menginspirasi Anak muda Menjadi Ilmuwan

www.jakartaglobe.com

Ajang Tahunan Festival Film Sains kembali digelar di Jakarta, Rabu (11/9). Hal itu dimaksudkan untuk menginspirasi dan memotivasi pelajar Indonesia untuk belajar sains dan teknologi. Memasuki tahun ketujuh, festival film yang akan digelar hingga 25 November itu  mengambil tema “Material Science” dan memutar sebanyak tiga belas film dalam beberapa minggu ke depan.

Selain itu, akan diadakan juga serangkaian lokakarya, pameran, perlombaan dan program-program interaktif lainnya dengan target agar anak-anak muda tertarik mengenal sains dan teknologi.

Direktur Goethe-Institut Indonesia, Heinrich Blomeke, saat konferensi pers di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (9/11), mengatakan, ia berharap festival tersebut akan memotivasi anak-anak muda dan dapat menciptakan ruang bagi mereka untuk bereksperimen dan menonton film-film yang akan dapat menginspirasi mereka.

Pada 2015, Festival tersebut berhasil menyedot lebih dari 50.000 pengunjung di seluruh Tanah Air. Tahun ini, SFF akan digelar di 26 kota di seluruh Indonesia, diantaranya Jakarta, Aceh, Magelang, Jayapura dan Batam. Festival tersebut akan digelar mulai 1 Oktober hingga 18 Desember di 15 negara-negara di Asia Tenggara, Afrika dan Timur Tengah, yang dimulai dari Mesir hingga Filipina.

Untuk ajang kompetisinya, SFF menunjuk juri lokal yang terdiri dari perwakilan dari komunitas sains, film dan sekolah di masing-masing negara. Film yang diputar akan dipilih secara cermat agar menjadi tontonan yang edukatif dan menghibur, mulai dari film-film dokumenter hingga animasi.

Presiden Direktur Bosch Indonesia Ralf Von Baer menilai, masyarakat Indonesia memiliki minat yang besar dalam mengadaptasi teknologi baru namun masih tertinggal dari negara-negara lain dalam hal penemuan. Ia mengatakan, festival film seperti SFF sangat penting, karena di Indonesia banyak orang dalam kesehariannya bersentuhan dan dikelilingi oleh teknologi. Namun demikian, bagaimana caranya agar teknologi tersebut dapat memotivasi anak-anak muda agar mereka tidak hanya bisa menggunakannya, namun juga dapat menciptakan dan bahkan membuat teknologi baru? Film merupakan cara terbaik untuk memotivasi generasi muda dan menjaga kebersamaan karena selalu menyenangkan untuk ditonton.

Sentimen serupa juga disuarakan oleh Presiden Direktur Siemens, Josef Winter, yang menungkapkan bahwa festival film merupakan cara terbaik untuk melibatkan publik dan menarik anak-anak muda untuk mempelajari sains dan teknologi.

Totok Amin Soefijanto, Deputi Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Paramadina, mengatakan, ia meminta agar generasi muda berani mengambil risiko lebih besar dan keluar dari zona nyaman mereka. Indonesia membutuhkan pemahaman yang kuat tentang sains. Festival semacam ini dibutuhkan untuk menginspirasi para anak muda, karena Indonesia memiliki banyak talenta-talenta muda.

SFF dimulai pada 2005 oleh Goethe-Institut di Thailand, dan merupakan salah satu proyek terbesar yang diselenggarakan oleh asosiasi budaya Jerman tersehut, dan sejak itu kemudian diperluas ke lebih banyak negara. Festival tersebut ditargetkan bagi anak usia 9 sampai 14 tahun serta orang dewasa.

SFF 2016 merupakan kerjasama antara Goethe-Institut, Bosch, Siemens, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Schulen: Partner der Zukunft, Sahid Hotel, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan Universitas Paramadina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s