Menristekdikti: Beasiswa untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

Suara Pembaruan, page 16

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, mengatakan, bantuan dana pendidikan (beasiswa) diberikan sebagai wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Bahkan lebih jauh lagi, beasiswa ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan yang masih ada di negara sebanyak 11,5% dari populasi.

Menurut Nasir, mata rantai kemiskinan dapat dicapai jika masyarakat dan pemerintah mampu memaksimalkan peranan modal potensial yang dimiliki, yaitu sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) serta dalam rangka menghadapi persaingan global yang penuh dengan kompetisi.

Sebagai wujud nyata, Kemenristekdikti meningkatkan jumlah bantuan Bidikmisi dari 60.000 menjadi 75.000 kepada mahasiwa baru. Sehingga, keseluruhan penerima bantuan dana pendidikan dari 2010 hingga 2016 ini mencapai 307.833 mahasiswa dengan dana sekitar Rp 3,2 triliun.

Sedangkan untuk Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), kuota yang disediakan sebanyak 1.000 orang dan daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) sebanyak 500 kuota dan akan ditambah jumlahnya pda 2017 mendatang. Selanjutnya, ia mengharapkan, para penerima bantuan dana pendidikan, Bidikmisi, Adik serta Daerah 3T dapat meningkatkan kualitas diri sehingga dapat mengangkat kualitas perguruan tinggi dan kelak, memberikan kontribusi terhadap daya saing serta kualitas bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s