Teknologi RI Melambat

Media Indonesia, halaman 21

Perkembangan teknologi Indonesia relatif stagnan dibandingkan negara-negara Asia, bahkan justru melambat. Terbukti, dari kesiapan teknologi Indonesia yang sempat berada pada posisi ke-60 pada 2013 kini turun menjadi peringkat 80 dari 150 negara.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir, seusai membuka Pelantikan dan Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di Jakarta, Jumat (11/11), mengatakan kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian dan daya saing bangsa. Apalagi, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mengalami peningkatan signifikan di bidang teknologi.

Menristek menjelaskan, salah satu indikator yang paling mencirikan perlambatan itu ialah tahap kesiapan teknologi atau disebut Technology Readiness Level (TRL). Faktanya, belum banyak riset di Indonesia yang sudah sampai pada TRL 7 alias siap dipasarkan ke industri atau masyarakat.

Selain itu, lanjut Menristek, jumlah peneliti di Indonesia hanya sekitar 1.071 peneliti per sejuta penduduk. Jika dibandingkan Korea Selatan dengan jumlah peneliti mencapai 8.000 per sejuta penduduk atau Singapura (7.000) dan Malaysia (2.590) peneliti, jumlah tersebut masih jauh dari ideal. Ke depan, ia meminta  perguruan tinggi harus memiliki target pencapaian riset. Setidaknya setiap perguruan tinggi menyumbangkan satu hasil penelitian yang bisa dikembangkan hingga TRL 7.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s