UU Guru Jangan Tumpang Tindih

Indopos, halaman 2

Beberapa kasus mencoreng dunia pendidikan di Indonesia belakangan ini. Bagaimana kekerasan fisik yang menimpa guru di Sulawesi Selatan dan beberapa kasus pelaporan guru ke proses hukum dengan alasan melanggar UU Perlindungan Anak. Hal ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan hukum bagi guru dalam menjalan tugas profesionalnya. Praktisi pendidikan Mahmud menegaskan, era modernisasi saat ini guru harus mampu profesional dalam bidangnya, yakni salah satunya dengan penerapan disiplin. Dengan demikian, profesionalitas guru dapat dilihat pada keseuaian bidang keilmuannya. Ia mengatakan, UU Perlindungan Guru harus segera dibakukan, namun, jangan sampai tumpang tindih dengan payung hukum sebelumnya.

Menurut Mahmud, UU yang baru tersebut harus lebih spesifik. Artinya, mampu mengadopsi semua kebutuhan profesi guru. Kendati demikian, UU Perlindungan Guru dapat saja disatukan dengan memberikan penguatan terhadap UU Guru dan Dosen sehingga tidak akan menimbulkan polemik dualisme payung hukum.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosyidi mengatakan, UU Perlindungan Guru akan mengembalikan otonomi guru. Selain itu juga memberikan perlindungan kepada guru dan peserta didik. Pihaknya tidak ingin tugas dan profesi guru dikriminalisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s