Tumbuhkan Nasionalisme dan Jiwa Gotong Royong

Kompas, halaman 11

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menekankan, Program Indonesia Pintar menjadi salah program untuk membangun semangat nasionalisme dan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong. Hal itu disampaikan Muhadjir saat melakukan kunjungan kerja Penyerahan dan Pengecekan Program Indonesia Pintar, Rabu (16/11), di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Di dalam beberapa kesempatan, Muhadjir menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan yang sudah dan ingin ditempuh, di antaranya, kewajiban guru untuk bekerja atau berada di sekolah selama delapan jam. Kepala sekolah tidak lagi dibebani tugas mengajar, guru-guru juga tidak dibebani untuk membuat karya-karya ilmiah jika tidak terkait dengan praktik pendidikan yang diajarkan. Mengenai ujian nasional, sesuai hasil rapat dengan Komisi X DPR, akan dimoratorium. Ujian nasional digantikan dengan ujian dari kurikulum yang berbasis lokal.

Sekretaris Kota Makassar Ibrahim Saleh mengatakan, di wilayahnya terdapat 22.517 penerima Kartu Indonesia Pintar untuk tingkat SD dan sebanyak 6.220 untuk tingkat SMP. Di Pulau Barrang Lompo, jumlah total murid pemegang Kartu Indonesia Pintar sebanyak 577 siswa. Pencairan dana bantuan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar pada tahun 2016 ini sudah mencapai 78 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s