Distribusi Guru Belum Teratasi

Kompas, halaman 1

Persoalan distribusi guru yang tidak merata masih belum terpecahkan hingga menjelang 71 tahun tercetusnya Hari Guru pada 25 November. Ada daerah yang jumlah gurunya berlebih, tetapi banyak pula daerah lain yang justru kekuragan guru. Kesenjangan ini akan menghambat upaya perbaikan kualitas dan daya saing penduduk Indonesia. Padahal, secara nasional, jumlah guru di Indonesia berlebih. Mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), saat ini terdata 2.217.161 guru. Jumlah ini belum mencakup guru produktif SMK. Adapun jumlah guru yang dibutuhkan di tingkat SD, SMP, serta SMA/SMK ialah 2.079.220 orang. Maka, terdapat kelebihan 137.941 guru.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Sumarna Surapranata mengatakan, kondisi tersebut bisa terjadi karena pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengangkat guru di tingkat kabupaten/kota. Sayangnya, penangkatan guru tidak disertai pendistribusian yang baik. Akibatnya, di dalam satu daerah ada yang kelebihan guru, tetapi ada juga yang malah kekurangan guru. Di Jawa Barat misalnya, terjadi kelebihan guru tingkat SD. Kebutuhan tenaga pengajar SD pada tahun 2016 sebanyak 134.886 guru, sedangkan jumlah guru SD yang tersedia 145.482 orang.

Kontras dengan Jawa Barat, Papua mengalami kekurangan guru SD. Provinsi itu membutuhkan 4.586 guru SD, tetapi tenaga pengajar yang tersedia 4.159 orang. Artinya ada kekurangan 427 orang. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua Protasius Lobya menyatakan, Papua secara keseluruhan kekurangan sekitar 800 tenaga guru. Kekurangan ini terjadi di pinggiran Jayapura hingga wilayah pegunungan dan pesisir yang susah dijangkau.

Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Mohammad Abduhzen mengatakan, dalam sistem pendidikan, guru termasuk faktor penentu dominan bagi kemajuan pendidikan. Sayangnya, persoalan guru tidak dilihat secara komprehensif. Perekrutan yang tidak terkontro, termasuk distribusinya serta penyiapan guru di lembaga pendidikan, menjadi masalah krusial yang harus segera dibenahi. Menurut Abduhzen, jika manajemen guru tak juga segera diperbaiki, pendidikan menjadi tidak berkualitas. Dampaknya, dalam jangka panjang, mutu dan daya saing penduduk Indonesia tidak meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s