Guru Rujukan Keragaman

Kompas, halaman 11

Pendidikan diyakini tetap menjadi cara efektif untuk memerangi intoleransi dan diskriminasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Karena itu, pendidik perlu dikembalikan dan dikuatkan panggilannya untuk menjadi rujukan keragaman, kebhinekaan, dan kemanusiaan bagi sekolah, siswa, dan lingkungan sekitar. Seruan itu mengemuka dalam acara Kelulusan Angkatan I Sekolah Guru Kebhinekaan (SGK) yang dilaksanakan Yayasan Cahaya Guru, Sabtu (19/11), di Jakarta.

Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo Sitepu mengatakan, ancaman tentang situasi bangsa yang rawan terpecah pun jarang dibahas dalam lingkungan pendidikan. Dunia pendidikan, terutama sekolah-sekolah negeri, justru mempraktikkan penguatan identitas kelompok dan intoleransi atas dasar agama tertentu.

Febi Yonesta, Koordinator SGK menjelaskan, para guru yang mengampu mata pelajaran yang berbeda dari berbagai sekolah serta yang latar belakang suku dan agama berbeda dipertemukan dalam 14 kali pertemuan, Mei-November. Mereka menguatkan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan terkait tema-tema keberagaman, persatuan bangsa, dan prinsip-prinsip kemanusiaan universal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s