Tumbuhkan Sikap Toleran Sejak Dini

Kompas, halaman 11

Seiring mencuatnya isu sektarian di Tanah Air, semangat keberagaman perlu diperkuat pada anak sejak usia dini. Kesadaran menerima perbedaan hendaknya tumbuh dari lingkungan keluarga kemudian dipupuk melalui pendidikan pra sekolah dan persekolahan. Hal itu ditegaskan Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kemdikbud Ella Yulaelawati di sela diskusi terkait “Hari Anak Internasional di PAUD “KM Nol”, Jakarta, Minggu (20/11). Ella menekankan sejumlah hal yang amat menentukan dalam masa tumbuh kembang menuju dewasa. Hal yang dimaksud antara lain adalah hak untuk bermain, hak mendapatkan pendidikan, hak beristirahat, dan hak untuk berekspresi.

Ia mengatakan, sejak tahun 1959, PBB menjadikan 20 November sebagai momentum promosi secara global akan pentingnya kebersamaan dalam meningkatkan kesejahteraan anak. Dalam konteks kekinian, kebersamaan hanya terwujud apabila dilandasi kesadaran untuk suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). Hal itu sungguh relevan dengan kondisi kehidupan berbangsa.

Sementara itu, aktivis pendidikan Dewi Hughes mengatakan, kesadaran untuk menerima perbedaan hendaknya dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini peran orangtua sangat penting. Ia menambahkan, anak bisa menerima perbedaan di dunia luar jika dari lingkungan keluarga terbiasa melihat perilaku dan nilai-nilai toleran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s