Regenerasi Guru Besar Terhambat

Republika, halaman 5

Ketua Majelis Guru Besar (MGB) Universitas Andalas (Unand) Darwin Amir, Rabu (23/11), menyebut, permasalahan utama guru besar di Unand adalah kurangnya regenerasi antara senior dan junior. Selain itu, birokrasi yang berbelit, kedalaman ilmu yang dimiliki penggantinya pun belum teruji. Permasalahan itu tidak hanya terjadi di Unand, tapi juga di seluruh Indonesia dan dunia.

Khusus di Unand, lanjut Darwin, persoalan lain yang melanda guru besar yakni masih sedikitnya profesor yang telah menyampaikan orasi ilmiah sebagai peresmian gelarnya. Hingga saat ini, Unand memiliki 140 guru besar yang tercatat hingga tahun ini masih aktif dan tersebar di 15 fakultas.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti kembali menegaskan bahwa tidak benar jika proses pengurusan jenjang kepangkatan dosen untuk menjadi guru besar butuh waktu lama atau bertahun-tahun. Oleh sebab itu, pihaknya bersepakat untuk mempermudah proses pengurusan kepangkatan, khususnya para calon guru besar di Indonesia yang jumlahnya relatif minim.

Ghufron berpendapat, saat ini para calon guru besar terkendala dalam menyampaikan karya ilmiahnya ke jurnal yang terindeks scopus. Padahal, banyak jurnal lain yang juga mempunyai reputasi internasional yang diakui Kemenristek Dikti untuk menyampaikan karya ilmiahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s