Jokowi Minta Guru Agar Jaga Kebhinekaan

The Jakarta Post, halaman 4

Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang digelar Minggu (27/11) digunakan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mengkampanyekan pentingnya persatuan bangsa di tengah meningkatnya sektarianisme di Tanah Air.

Baru-baru ini, Jokowi menyampaikan pesan serupa dalam pertemuannya dengan beberapa pimpinan organisasi Muslim dan tokoh politik guna meredakan ketegangan politik setelah ribuan orang yang dipimpin oleh kelompok Muslim konservatif memadati Jakarta pada 4 November lalu. Mereka  menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dihukum karena diduga telah melakukan penistaan agama.

Jokowi kembali menyerukan persatuan bangsa ketika kelompok yang sama akan kembali bersiap untuk menggelar demonstrasi pada 2 Desember

Di hadapan sekitar 16.500 guru dalam puncak peringatan HGN di Sentul, Jawa Barat, Jokowi mengatakan, Indonesia adalah negara multikultural dan multiagama, oleh karena itu ia meminta agar  semua dapat menghormati segala macam perbedaan.

Presiden lebih lanjut mengatakan, guru juga harus melek internet agar dapat mengajarkan kepada muridnya bagaimana menggunakan internet dengan bijak, termasuk ketika menggunakan media sosial dan bagaimana cara mengenali berita-berita bohong.

Jokowi mengatakan, ia secara teratur mengamati perkembangan berita-berita online dan merasa terganggu dengan para pengguna internet yang cenderung menyerang orang lain dan menyebarkan berita-berita bohong.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengatakan sebagai bagian dari puncak perayaan HGN, Kemendikbud bersama dengan 13 asosiasi guru telah melakukan simposium yang dihadiri oleh sekitar 2.000 guru dalam rangka meningkatkan kualitas guru secara nasional.

Mendikbud mengatakan, saat ini ada sebanyak 3,9 juta guru yang mengajar sebanyak 53 juta siswa yang ada di sekolah negeri dan swasta di seluruh pelosok Tanah Air. Pemerintah, lanjutnya, selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru.

Menurut survei yang dilakukan sejumlah organisasi internasional, peringkat pendidikan di Indonesia masih dianggap sebagai salah satu yang terendah di dunia. Tahun lalu, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dari 65 negara yang dinilai dalam hal kemampuan dasar belajar siswa. Selain itu, pada tahun lalu, OECD juga menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 76 negara di peringkat tertinggi sekolah-sekolah global dalam bidang matematika dan sains.

Sementara, pada 2015, Departemen Pendidikan Amerika Serikat melalui penilaian tahunannya dalam Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) and Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS)  menempatkan Indonesia berada di pisisi 40 dari 42 negara yang disurvei.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s