Terkendala Anggaran, Mendikbud Akui Peran Pemerintah di PAUD Minim

www.kompas.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui bahwa pemerintah belum banyak berperan dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu disampaikan Muhadjir saat menjadi pembicara dalam Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama di Jumat (25/11/2016). Ia mengatakan, ada dua hal yang membuat pemerintah belum banyak berperan dalam pengembangan PAUD.

Pertama, karena anggarannya sangat terbatas. Kedua, karena wacana PAUD sebagai pendidikan baru berkembang di Indonesia. Muhadjir pun memuji Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa yang juga Ketua Umum Muslimat NU, sebagai salah satu perintis PAUD. Maka dari itu, lanjut Muhadjir, hingga saat ini justru masyarakat yang lebih dominan mengembangkan PAUD.

Muhadjir mencontohkan, data yang dihimpun pihaknya, tercatat untuk pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di seluruh Indonsia yang dikelola pemerintah hanya sekitar 3.180. Padahal, jumlah TK yang dikelola pihak swasta sebanyak 82.000.

Jadi, lanjut Muhadjir, sebagian besar pengelolaan PAUD memang masyarakat yang berperan. Karena itu negara selama ini hanya bisa memberikan semacam dorongan fasilitas, bantuan-bantuan yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Meski demikian, pemerintah tetap berusaha agar ke depan bisa lebih berperan terkait PAUD. Sebab, PAUD menjadi dasar dalam pengembangan karakter seseorang dan hal itu harus dimulai dari usia dini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s