Daerah Bersiap Moratorium UN

Media Indonesia, halaman 11

Rencana pemerintah untuk memoratorium ujian nasional (UN) disambut positif beberapa daerah. Namun demikian, pusat juga diingatkan untuk konsisten dalam upaya membenahi pendidikan nasional, misalnya tidak dengan mudah mengubah kebijakan strategis yang sudah berjalan sebelumnya.

Demikian benang merah dari beberapa kepala daerah yang dikonfirmasi terkait dengan wacana moratorium UN yang nantinya berdampak langsung di daerah. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, misalnya, mengaku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) penerapan moratorium.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, yang mengatakan bahwa juklak dan juknis tersebut hal penting karena dengan adanya moratorium akan berdampak yang dihasilkan. Selain itu, dapat berimplikasi pada ijazah dan penilaiannya.

Sementara, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku bahwa ia sudah lama menginginkan penghapusan UN karena tidak sesuai dengan kultur pendidikan Indonesia. Karakteristik Indonesia yang plural, menurut Dedi, butuh formulasi pendidikan yang komprehensif sehingga standardisasi kualitas pelajar tidak bisa menggunakan kriteria yang sama. Indikatornya cukup dua hal saja, pertama penilaian budi pekerti dan yang kedua keahlian siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s