UN Dihapuskan, Daerah Berlomba Berinovasi

Suara Pembaruan, halaman 18

Mengenai moratorium ujian nasional (UN) sudah lama diusulkan oleh pemngamat pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Wuryadi yang juga merupakan peneliti senior di Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, UN tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya seorang siswa, bahkan tidak mampu menganalisis kualitas dan kepribadian seorang siswa.

Dalam menempuh UN, ujarnya siswa hanya belajar pada kebenaran mutlak, tetapi tidak menggunakan intuisinya. Karena itu, siswa hanya terbiasa berfikir secara linier dan tidak mampu menterjemahkan hal-hal lain di luar pelajaran yang harus diujikan di dalam UN.

Prof Wuryadi mengatakan bahwa pihaknya dari dulu sudah mengusulkan untuk diadakannya evaluasi sekolah berskala nasional yang diadakan dalam waktu tertentu, tetapi evaluasi itu bukan untuk menentukan kelulusan siswa, apalagi untuk alat masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Evaluasi semata-mata untuk menilai kualitas sekolah. Selain itu, ujar Prof Wuryadi, keunggulan nilai akhlak juga tidak bisa hanya ditinjau dari nilai UN, sehingga indikator-indikator kelulusan siswa dan kualitas siswa luput.

Kepala Dinas Pendidikan DI Yogyakarta Kadarmanta Baskoro Aji mengatakan, penghapusan UN tidak akan terpengaruh pada mutu pendidikan maupun lulusan sekolah di Yogyakarta. Penghapusan UN justru akan meningkatkan mutu pendidikan, karena tentunya masing-masing daerah akan membuat formula yang sesuai dengan blue print daerah itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s