Kemdikbud: Soal UN Harus Bebas Unsur Politik

Suara Pembaruan, halaman 16

Belum lama ini ditemukan soal uji coba ujian nasional (UN) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng) menggunakan nama salah satu calon gubernur DKI Jakarta. Soal tersebut ramai diperdebatkan oleh orangtua dan pengguna sosial media. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan rambu-rambu penyusunan soal. Salah satunya agat tidak memasukan nama atau kejadian yang bernuansa politik.

Hamid mengatakan bahwa sudah ada peraturan dalam pembuatan soal. Sebab pada tahun 2014 pernah terjadi soal UN yang dimasukan nama tokoh-tokoh politik. Sejak saat itu Puspendik membuat standar penyusunan soal untuk tidak memasukan tokoh yang berpotensial bermasalah.

Dijelaskan dia, adanya petunjuk pembuatan soal untuk menghindari kegaduhan. Apalagi di masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) seperti saat ini. Maka, ia mengaku, untuk masalah soal yang ada di salah satu SMA di Magelang yang memuat nama salah satu cagub dan cawagub DKI Jakarta dalam soal cerita sudah dalam penangan Inspektorat Jenderal Kemdikbud.

Ditegaskan Hamid, meski soal tersebut kontennya tepat, tetap tidak dapat dibenarkan. Ia menyanyangkan kecolongan tersebut. Hal tersebut terjadi karena pihak Kemdikbud tidak dapat melakukan intervensi dalam penyusunan soal. Tanggung jawab penyusunan soal untuk uij coba murni dikerjakan oleh sekolah. Pihaknya hanya berupaya melakukan seleksi soal. Pusat memiliki tanggung jawab dalam pembuatan jutaan butir soal UN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s