Prioritaskan Daerah Pesisir, Terpencil, dan Perbatasan

Kompas, halaman 12

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta Perpustakaan Nasional memprioritaskan membangun di desa-desa pesisir, terpencil, dan sekitar perbatasan. Pembangunan perpustakaan di perkotaan dan kabupaten maju tidak perlu lagi diprioritaskan karena akses teknologi masyarakatnya sudah lebih melek. Selain itu, Muhadjir menekankan agar Perpustakaan Nasional mampu menyediakan bacaan yang berkualitas di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari upaya mengimbangi masifnya pesan di media sosial yang tidak semuanya berdampak positif.

Kata-kata yang dipergunakan dalam dialog atau unggahan di media Sosial dinilai Muhadjir berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Perpustakaan diharapkan mampu menandingi dan menjadi pilar masyarakat agar tetap menjaga cara berbahasa yang santun.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando mengatakan, perpustakaan mulai membangun pencitraan perpustakaan yang mendatangi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini relevan dengan kondisi perpustakaan yang baik di luar Pulau Jawa yang hanya 24 persen dari total perpustakaan se-Indonesia 154.339 perpustakaan. Syarif menambahkan, pihaknya juga tengah mencari terobosan agar bisa memenuhi pustakawan yang masih sedikit dari ideal. Di Indonesia, terdapat 4.000 pustakawan dari idealnya 250.000 pustakawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s