Menristekdikti: “good governance” harus diterapkan dalam pengelolaan PT

www.antaranews.com

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pengelolaan perguruan tinggi harus menerapkan “good governance” atau tata kelola yang baik.

Menristekdikti mengatakan sangat penting menciptakan tata kelola universitas yang baik mulai dari masalah transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan berkeadilan. Jangan sampai dalam pengelolaan lembaga ini, tata kelola ditinggalkan, jangan sampai transparansi tidak dijalankan. Karena melalui tata kelola yang baik akan memberikan contoh bagi masyarakat dan publik

Ia menambahkan tugas dari para pimpinan baru tersebut adalah melaksanakan tugas kementerian, maka harus senantiasa berkoordinasi dengan kementerian melalui direktorat jenderal terkait. Untuk itu tidak boleh berjalan tanpa ada koordinasi, karena tanpa koordinasi itu artinya pertanda menghindari pengelolaan yang baik.

Menristekdikti: “good governance” should be applied in the management of PT

www.antaranews.com

Minister of Research Technology and Higher Education (Menristekdikti) Mohamad Nasir said the management of universities should implement “good governance”.

Menristekdikti said it was important to create good university governance ranging from issues of transparency, accountability, responsibility, and fairness. In the management of these institutions, do not let governance be abandoned, do not let transparency not be executed.  Because through good governance will provide an example for the community and the public

He added that the task of the new leadership was to carry out the tasks of the ministry, so they must always coordinate with the ministry through the relevant directorate general.  Hence it should not be run without any coordination, because without such coordination it is a sign of avoiding good governance.

Link: www.antaranews.com/berita/619663/menristekdikti-good-governance-harus-diterapkan-dalam-pengelolaan-pt

KBRI London Gagas Ajarkan Bahasa Indonesia di Sekolah

www.antaranews.com

Kedutaan Besar Indonesia di London memperkenalkan bahasa Indonesia kepada kalangan masyarakat Inggris, khususnya melalui sekolah-sekolah seiring dengan makin meningkatkan keinginan warga Inggris belajar Bahasa Indonesia.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI London, Aminudin Aziz, kepada Antara London, Kamis menyebutkan gagasan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia melalui sekolah mendapat dukung penuh dari KBRI London

Ia mengatakan mulai kuartal musim panas 2017, pihaknya akan mengundang dua guru bahasa Indonesia dari tanah air bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta.

KBRI London sejak lama menyelenggarakan program pembelajaran bahasa Indonesia di KBRI setiap akhir pekan meskipun jumlah peminatnya baru berkisar 10-15 orang setiap angkatannya.

Aminudin mengatakan pihaknya bersyukur melihat adanya minat masyarakat Inggris belajar bahasa Indonesia selama ini. Guru yang disediakan mengambil dari pelajar Indonesia yang punya kemampuan mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Apabila program rintisan berhasil, diharapkan akan banyak sekolah lain yang akan mengikuti.

Selain mengajar bahasa Indonesia, kedua guru juga mengajar budaya dan keterampilan tangan masyarakat Indonesia. Pembelajaran dilakukan secara terpadu. Bahkan, lebih dari itu, kedua guru juga mengajar di sekolah yang ada dalam koordinasi dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah seputar kedua sekolah.

Dalam beberapa tahun terakhir, bahasa Indonesia dijadikan mata uji tingkat nasional di Inggris, yang disebut IGCSE (International Graduate Certificate of Secondary Education), sejenis Ujian Nasional di Indonesia. Bahasa Indonesia diujikan dibawah koordinasi Cambridge International Test. Berbeda dengan sistem ujian di Indonesia, siswa pada jenjang sekolah menengah atas di Inggris dapat memilih sejak awal mata pelajaran yang dijadikan mata ujian di akhir studinya.

Terdapat dua sekolah di London yang bersedia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yaitu Whitefield School di Barat Laut kota London yang akan mengajarkan bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah. Sedangkan St Matthews CE Primary School untuk tingkat sekolah dasar. Keduanya bersedia menerima mengajarkan bahasa Indonesia karena melihat Indonesia sebagai negara memiliki keragaman budaya yang unik.

KBRI London Initiated Teaching Indonesian in Schools

www.antaranews.com

The Indonesian Embassy (KBRI) in London introduced Indonesian to the English society, especially through schools in line with the increasing desire of Britons to learn Indonesian.

Education and Culture Attaché (Atdikbud) at the Indonesian Embassy in London, Aminudin Aziz, told Antara London, on Thursday the idea to introduce Indonesian through schools received the full support of the Indonesian Embassy in London

He said that starting the summer quarter of 2017, he would invite two Indonesian language teachers from the homeland in cooperation with the Center for Development of Strategy and Linguistic Diplomacy (PPSDK), Agency for Language Development and Coaching, Ministry of Education and Culture, in Jakarta.

KBRI in London has long held an Indonesian learning program at the Indonesian Embassy (KBRI) every weekend even though the number of enthusiasts are only about 10-15 people per group.

Aminudin said he was glad to see there was interest of the British people in learning Indonesian over the years. Teachers available were taken from Indonesian students who had the ability to teach Indonesian as a foreign language.  If the pilot program is successful, many other schools are expected to follow.

In addition to teaching Indonesian, both teachers also teach culture and handicrafts of the people of Indonesia. Learning is done in an integrated manner. In fact, more than that, the two teachers also teach in schools in coordination and collaboration with schools in the area surrounding both schools.

In recent years, Indonesian is made a national level test in the UK, called the IGCSE (International Graduate Certificate of Secondary Education), a type of National Exam in Indonesia. Indonesian is tested under the coordination of Cambridge International Test. Unlike the examination system in Indonesia, students in upper secondary school level in the UK can choose from the beginning the subjects to be tested at the end of their studies.

There are two schools in London willing to make Indonesian as a subject, namely Whitefield School in Northwest London that will teach Indonesian at secondary school level. While St Matthews CE Primary School is for elementary school level. Both are willing to teach Indonesian because they view Indonesia as a country that has unique cultural diversity.

Link: www.antaranews.com/berita/619828/kbri-london-gagas-ajarankan-bahasa-indonesia-di-sekolah

UNDP: Indonesia masih Dibayangi Ketidaksetaraan Gender

The Jakarta Post, halaman 3

Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir ini, Indonesia telah mengalami peningkatan yang luar biasa dalam indeks pembangunan sumber daya manusia (HDI), yaitu naik dari sebelumnya 0.528 pada 1990 menjadi 0.689 pada 2015.

Menurut laporan UN Development Program (UNDP) 2016 mengenai HDI, merujuk data tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat 133 dari 188 negara. Peringkat tersebut turun dari sebelumnya, yaitu peringkat 110, merujuk data tahun 2014, dimana HDI-nya mencapai 0,686.

Meskipun terdapat kemajuan, namun Indonesia dinilai masih kurang berhasil dalam mengakhiri ketidaksetraan gender. Hal tersebut berdasarkan data terbaru dari UNDP yang menunjukkan bahwa HDI untuk perempuan berada pada nilai 0,660. Sedangkan, HDI untuk laki-laki berada pada nilai 0,712.

Dalam hal indeks pembangunan gender (GDI), nilai Indonesia berada pada kisaran 0,926, berada dibawah  Filipina yang mencatat nilai 1,001. Hal tersebut patut digaris bawahi bahwa Filipina meninggalkan Indonesia untuk nilai HDI secara keseluruhan, yaitu 0,682.

Direktur UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan, ada banyak penyebab masih adanya ketidaksetaraan gender di beberapa negara, diantaranya norma-norma sosial, perbedaan tingkat pendidikan, kurangnya akses terhadap layanan umum dan keuangan dan juga faktor-faktor budaya.

Bahuen mengatakan, struktur ekonomi dan politik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kaum laki-laki. Untuk mengubahnya, diperlukan adanya perubahan persepsi. Jika kesetaraan gender tercapai, HDI secara nasional pun akan naik.

Data UNDP menunjukan adanya kesenjangan yang besar antara perempuan dan laki-laki Indonesia dalam hal pendapatan per kapita yang masing-masing mendapatkan nilai 6,668 dan 13,391. Terlebih, jumlah perempuan yang turut serta menjadi angkatan kerja hanya mencapai 50,9 persen, sedangkan pria mencapaii 83,9 persen.

Namun demikian, Bahuet mencatat bahwa kemajuan Indonesia dalam hal kebijakan yang mendorong pemberdayaan perempuan sudah baik, termasuk diantaranya adalah kebijakan memfasilitasi akses yang lebih baik bagi perempuan terhadap keuangan, yang bisa mendorong perempuan untuk menjalankan bisnis, menghasilkan pendapatan dan memberdayakan diri dalam masyarakat.

Gender inequality still haunts Indonesia: UNDP

The Jakarta Post, page 3

In the last 25 years, Indonesia made a remarkable improvement in its human development index (HDI), climbing from 0.528 in 1990 to 0.689 in 2015.

According to the 2016 UN Development Program (UNDP) report on the HDI which uses data from 2015, Indonesia ranks 113th out of 188 countries. The nation’s ranking went down from 110th in the previous report, which used data from 2014, during which Indonesia’s HDI was 0.686.

Despite the progress, Indonesia is not doing a good job in ending gender inequality. Highlighting Indonesia’s gender inequality, the latest UNDP data shows that the HDI value for women stands at 0.660, while the HDI value for men stands at 0.712.

In terms of gender development index (GDI), Indonesia stands at 0.926, trailing behind the Philippines with 1.001. It is worth highlighting that the Philippines trails Indonesia in its overall HDI value, which stands at 0.682.

UNDP Indonesia country director Christophe Bahuet said there were many reasons that caused gender inequality in many countries – social norms, differences of education levels, lack of access to general and financial services and also cultural factors.

Bahuen said the economic structure and political structure [in Indonesia] is still dominated by men. To change them, we have to change perceptions. If gender equity is achieved, the HDI of the whole nation will go up.

The UNDP data shows a wide gap between Indonesian women and men in terms of gross national income per capita, which stands at 6.668 and 13.391, respectively. Moreover, only 50.9 percent of women participate in the labor force, while men stand at 83.9 percent.

However, Bahuet noted that Indonesia’s progress in terms of polices pushing for female empowerment had been good, including polices facilitating better access for women to finance, which could encourage women to run business, generate income and empower themselves in the society.

Kemendikbud Pastikan Tak Ada Kebocoran Soal

Koran Sindo, halaman 2

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tidak ada kebocoran soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Sebab, dari penelusuran ditemukan soal yang diduga bocor tidak sama dengan naskah asli soal USBN.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Daryanto mengatakan, tim sudah diturunkan di Pati, Kudus, dan juga DKI Jakarta. Dari hasil investigasi sementara ini hasilnya adalah ada sinyalemen awal bahwa soal yang dibocorkan dengan soal yang asli tidaklah sama. Daryanto menyatakan, pihaknya sedang mencari tahu apa motivasi dari penyebar informasi dugaan kebocoran soal USBN tersebut.

Daryanto juga mengapresiasi para siswa yang semakin dewasa karena mereka tetap fokus belajar dan tidak terpengaruh soal yang bocor. Namun, Tim Inspektorat. Kemendikbud akan tetap mengawasi dugaan kebocoran  ini dan akan meminta pihak pengawas dari dinas pendidikan setempat untuk melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

Daryanto menjelaskan, USBN sangat dijaga mulai dari pembuatan soal. Semua lapisan yang terkait di dalam USBN, katanya, juga sudah menandatangani pakta integritas mulai dari pembuatan hingga pengiriman soal. Terdapat juga rambu- rambu dalam pakta tersebut untuk meminimalisasi pelanggaran. Hal ini untuk memastikan ujian sekolah berstandar nasional yang baru pertama kali ini digelar bisa berjalan efektif.

Kemendikbud Assures No Questions Have Been Leaked

Koran Sindo, page 2

The Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) has given assurance that no questions on the National-Based School Test (USBN) have been leaked. This was confirmed as they found that the questions presumed leaked were not same as the original USBN questions.

The Inspectorate General (Irjen) of Kemendikbud, Daryanto, said that the team has started investigation in Pati, Kudus, and also Jakarta. From this preliminary investigation, the initial presumption is that the ‘leaked’ and original questions are not the same. Daryanto said that his team is now seeking the motive of the information spreader concerning the presumed USBN question leakage.

Daryanto would also appreciate if students maintained focus on their studies and not allow their attention to be diverted. Nevertheless, the Kemendikbud Inspektorat Team is still keeping an eye on the presumption of this leakage. They are also requesting the supervisory party from the local education agency to take action according to the applicable regulation.

Daryanto explained that USBN has strong protection in regard to writing questions. He said that all related parties inside USBN from those writing questions to question delivery are already bound by their integrity pact. There is a limitation within the pact to minimize violations. This is to ensure that the national-based school test will run effectively on its debut.

Peraih Nobel Raih Doktor Kehormatan ITB

Republika, halaman 5

Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahi gelar doktor kehormatan kepada Prof. Peter Agre, peraih Nobel tahun 2003 dalam bidang Kimia untuk karyanya yakni saluran-saluran dalam membran sel tentang aquaporins yang mencapai sampai ke tingkat atom. Penganugerahan gelar doktor resmi diberikan usai Prof. Petter Agre memaparkan materinya dalam sidang terbuka di Sasana Budaya Ganesha, Rabu (22/3).

Sidang ini dihadiri langsung oleh Rektor ITB Kadarsah Suryadi dan jajaran rektorat lainnya. Rektor Kadarsah mengatakan penganugerahaan ini diberikan ITB karena besarnya karya dan dedikasi Petter Agre dalam ilmu pengetahuan khususnya sains yang mengembangkan bidang Biokimia serta memberikan manfaat yang luas bagi kemanusiaan.  Peter Agre juga diangkat sebagai Adjunct Professor ITB dalam bidang Kimia.

Prof Petter Agre menyampaikan materi bertema ‘Aquaporin Water Channels’. Profesor dalam bidang kedokteran di Johns Hopkins University School of Medicine ini memaparkan bahwa sel-sel tubuh harus berisi saluran khusus untuk menyalurkan air. Dalam karyanya ini digambarkan biokimia modern dalam pencariannya untuk memahami proses dasar kehidupan.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam (FMIPA) ITB Edy Tri Baskoro, mengatakan, Peter Agre merupakan peraih Nobel kelima yang dihadirkan FMIPA ITB. Banyaknya ilmuwan sains yang dihadirkan tersebut bertujuan agar pemuda tertarik dengan sains.

Nobel Winner Awarded Honoris Causa by ITB

Republika, page 5

Bandung Institute of Technology (ITB) has awarded Honoris Causa to Prof. Peter Agre, 2003 Nobel Prize winner in Chemistry. The work that gained him the Nobel Prize was about aquaporins – channels in cell membranes that can reach at the atom level. The conferment of this official doctorate degree was made after Prof. Petter Agre had presented his material in a public hearing at Sasana Budaya Ganesha on Wednesday (22/3).

This was attended by ITB rector, Kadarsah Suryadi, and other members of the board of rectors. Rector Kadarsah said that ITB had bestowed this distinction because Petter Agre’s work and dedication are highly influential for science, particularly natural science. His work helps natural science in developing biochemistry as well as having great impacts for humanity. Peter Agre was also recruited as Adjunct Professor ITB in the field of Chemistry.

Prof Petter Agre presented his material on ‘Aquaporin Water Channels’. This professor of medicine at Johns Hopkins University School of Medicine stated that body cells have to contain the specific channel to distribute water. In this work, modern biochemistry is described as his search to understand the basic processes of life.

The Dean of Math and Natural Science Faculty (FMIPA) ITB, Edy Tri Baskoro, said that Peter Agre is the fifth Nobel Prize winner that FMIPA ITB has invited. This high number of scientific invitees is aimed at raising greater interest in science by teenagers.