Kalangan Muda Inginkan Akses dan Pelayanan Lebih Baik

The Jakarta Post, halaman 3

Setelah perdebatan sengit, dalam Temu Nasional Remaja Indonesia yang untuk pertama kalinya di selenggarakan di Yogyakarta telah membuat deklarasi yang berisi 28 rekomendasi termasuk permintaan akses yang lebih luas terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, diantaranya akses terhadap kontrapsesi baik bagi remaja yang sudah maupun belum menikah.

Petra, anggota GenRe (Genereasi Berencana) Yogyakarta mengatakan, semua gadis remaja beresiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, karena alasan moral dan budaya, mereka tidak memiliki akses terhadap layanan seputar kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Namun, Sofyan Mukti Wijyanto, anggota Forum Pemuda Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Yogyakarta, bersikeras bahwa seks pra-nikah bertentangan dengan budaya Indonesia dan norma-norma agama.

Temu Remaja Nasional yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Johns Hopkins Center for Communication Program (JHCCP) tersebut didukung antara lain oleh United Nations Population Funds (UNFPA), the United Nations International Children’s Emergency FUND (UNICEF) dan Rutgers Indonesia. Acara tersebut bertujuan untuk melibatkan kalangan muda dalam perumusan program dan kebijakan bagi kesehatan mereka.

Melinda Gates, salah satu pendiri Bill and Melinda Gates Foundation, juga hadir dalam acara yang diikuti oleh 80 aktivis remaja dari 25 provinsi tersebut.

Data yang didapatkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) mengungkapkan bahwa remaja Indonesia semakin permisif terhadap perilaku seksual. Pada 2015, sekitar 5 persen remaja Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum nikah, dan angkanya terus meningkat.

Dalam data 2015 tersebut, usia rata-rata orang melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya adalah 20,2 tahun, dan sebanyak 2,4 persennya adalah remaja yang sudah menikah dalam usia 10-19 tahun. Berbagai program intervensi telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, termasuk kalangan pemerintah, LSM dan organisasi jaringan kepemudaan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s