Gelombang Besar Renggut Nyawa Guru di Pedalaman Papua

The Jakarta Post, halaman 2

Lilis Setiawati, 23, seorang guru sekolah dasar (SD) yang ditugaskan untuk mengajar di Bayun, Kecamatan Pantai Kasuari, Kabupaten Asmat, kini tidak dapat lagi melaksanakan tugasnya untuk mengajari anak-anak pedalaman Papua, sebab speedboat yang ia tumpangi dengan beberapa rekan guru lainnya yang mengajar di muara sungai Bayun dihantam gelombang besar dan menenggelamkannya.

Tujuh penumpang perahu tersebut, termasuk Llilis, tewas dalam kecelakan tersebut. Sementara, empat lainnya masih hidup karena berenang dan diselamatkan oleh penduduk setempat.

Lilis merupakan guru kontrak yang ditugaskan di SD YPPK Bayun. Pada Senin itu, ia sedang melakukan perjalan ke Bayun untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Jacobus Gedu, membenarkan bahwa para korban baru saja menandatangani kontrak dengan pemerintah setempat pada Sabtu lalu. Lilis merupakan lulusan dari program sarjana Kursus Pendidikan Guru (KPG) di Marauke. Tugas Lilis untuk mengajar di Bayun merupakan tugas pertamanya sebagai seorang guru.

Perahu tersebut tenggelam pada hari Senin di muara sungai Bayun. Dalam perahu tersebut ada sebelas penumpang, dan empat orang diantaranya adalah guru. Perahu tersebut seharusnya berhenti di Desa Pirimapun di Kecamatan Serfan sebagai tempat pemberhentian akhirnya. Namun, kala itu harus berhenti dulu di Desa Bayun untuk menurunkan Lilis. Ketika gelombang besar menerjang perahu, semua penumpang terjatuh ke sungai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s