Pendidikan Dini Jadi Kunci Pencegahan

Kompas, halaman 12

Hasil survei Badan Pusat Statistik bahwa 28 juta perempuan pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual membuktikan perempuan berada dalam ancaman kekerasan. Pendidikan sejak dini di keluarga menjadi kunci untuk mencegah hal tersebut. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Venetia Danes mengatakan, terjadinya kekerasan terhadap perempuan merupakan akibat adanya perbedaan relasi antara laki-laki dan perempuan seperti adanya stereotip, subordinasi, marjinalisasi, dan diskriminasi terhadap perempuan.

Karena itu, kata Vennetia, pihaknya gencar menyosialisasikan dan melakukan advokasi tentang kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan. Sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa agar sejak dini mereka paham tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Pemerintah juga terus meningkatkan upaya pencegahan dini kekerasan terhadap perempuan, mulai dari hulu melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal. Ini harus dilakukan secara terpadu dan komprehensif, melibatkan berbagai pihak terkait.

Irwan Martua Hidayana, peneliti Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP Universitas Indonesia, sepakat bahwa pencegahan perempuan harus dimulai dari pendidikan formal dengan adanya kurikulum yang mengajarkan pelajar dan mahasiswa soal pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Pendidikan, kata Irwan, merupakan salah satu program yang kontinu untuk mencegah kekerasan perempuan. Komitmen pemerintah dalam pendidikan formal harus segera diwujudkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s