Riset Harus Berorientasi Inovasi dan Invensi

Republika, halaman 5

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta riset harus berorientasi pada inovasi dan invensi. Sebab, riset menjadi kunci membangun daya saing bangsa.

Hal itu diungkapkan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, Muhammad Dimyati di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (6/4). Ia mengatakan, penelitian jangan hanya untuk memenuhi syarat pendidikan saja, namun harus aplikatif untuk mensejahterakan masyarakat.

Kemenristekdikti, lanjutnya, mereformulasi pendanaan penelitian untuk meningkatkan produktivitas peneletian di perguruan tinggi. Penyederhanaan ini diharapkan mampu mendorong riset yang berorientasi pada inovasi dan invensi.

Dalam hal publikasi riset, Indonesia masih tertinggal dari negara ASEAN lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand. Indonesia hanya menghasilkan sebanyak 1.406 publikasi pada 2016. Jumlah itu jauh dibawah Malaysia yang sudah memublikasikan riset sebanyak 25 ribu pada tahun yang sama.

Namun, pemerintah optimis Indonesia dapat menduduki peringkat atas publikasi riset di ASEAN. Kemenristekdikti telah menyiapkan instrument berupa Permenristekdikti yang dapat mendorong peningkatan capaian kekayaan intelektual melalui hak cipta, merek, indikasi geografis, desain industri, tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, paten, dan perlindungan varietas tanaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s