Vlogger Anak Rentan terhadap Penyalahgunaan

The Jakarta Post, Sabtu, 15 April

Daya tarik untuk berinteraksi dengan jutaan orang seusia mereka telah menarik anak-anak untuk membuat video blogs (vlogs) sebagai ajang untuk saling berhubungan dengan orang lain terkait minat dan hobi mereka.

Semisal yang terjadi dengan Almeyda Nayara Alzier, 9 tahun, yang tidak pernah menyangka akan menjadi terkenal sebagai salah satu vloggers termuda di Indonesia hanya dalam jangka satu tahun setelah ia membuat vlogs.

Dengan hanya bermodal smartphone dan sebuah aplikasi mobile editing, dia membuat vlogs pertamanya tentang bagaimana cara membuat mainan yang  tengah populer saat ini yaitu “slime”. Setelah membuat beberapa video tentang slime tersebut, Naya menjadi salah satu vloggers anak paling terkenal dengan 139.545 pelanggan YouTube.

Ketika Naya meraih ketenarannya lewat internet itu, secara bersamaan juga muncul adanya ancaman dari predator anak. Ibunda Naya, Imelda Liana Sari, mengakui bahwa meningkatnya popularitas anaknya tersebut membuatnya khawatir karena beberapa kali mendapatkan ancaman. Ia mengungkapkan, suatu hari Naya meneleponnya dan bertanya apakah benar bahwa dia tidak bisa menjemputnya dari sekolah. Rupanya, ada seorang pria tak dikenal memanggil namanya dan mengatakan bahwa ibunya telah menyuruh dia untuk menjemputnya.

Sejak itu, Imelda selalu memberitahu Naya untuk berhati-hati ketika dia akan mem-posting tayangan di media sosial untuk tidak menyebutkan nama sekolah atau alamat rumahnya. Selain itu, ia juga melarang Naya meng-upload siaran langsung dengan mencantumkan lokasi.

Pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengatakan, tayangan vlogs dapat digunakan oleh para predator anak untuk mencari target mereka. Untuk menghindari jatuhnya korban karena kebiasaan anak-anak menayangkan vlogs mereka, orang tua dan guru diharapkan berperan aktif dalam mengendalikan aktivitas anak-anak di media sosial.

Seto menambahkan, mereka juga harus mengajari anak-anak dan siswa mereka untuk tidak berbagi seputar informasi pribadi, seperti jadwal dan nama sekolah, atau alamat rumah mereka.

Oleh karena itu, lanjut Seto, penting bagi orangtua untuk terbiasa membangun komunikasi dengan anak-anak mereka, di mana mereka duduk berdampingan dan bersama-sama tanpa gangguan gadget. Kondisi tersebut akan menciptakan kenyamanan bagi anak-anak dan, dengan demikian, mereka akan mendengarkan apa yang orang tua mereka katakan, termasuk informasi tentang konten media sosial.

Tidak seperti Naya, sepasang kembar kakak beradik berumur 10 tahun, Jessica Kelzha Latarova dan Jasmine Keizha Sharapova, tidak pernah berdiskusi dengan orangtua mereka mengenai konten apa saja yang harus dimasukkan dalam vlogs mereka.

Jessica dan Jasmine mulai mem-posting vlogs sejak setahun lalu, setelah mereka menonton video dari vlogger muda Indonesia, Olivina Maskan, yang dikenal dengan nama Peachy Liv.

Terinspirasi oleh posting dari Olivina Maskan yang sebagian besar berisi tentang tips-tips kerajinan dan ulasan produk, kedua anak kembar kelas 5 tersebut mulai membuat video tentang makanan, mainan atau tempat-tempat yang mereka anggap menarik.

Meskipun pemantauan dari orang tua mereka kurang, namun kedua anak kembar tersebut bisa belajar sendiri bahwa posting mereka bisa membuat mereka rentan terhadap para penculik dan predator anak.

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk tidak mem-posting kegiatan sehari-hari mereka dan tidak menyebutkan informasi pribadi mereka, seperti alamat rumah mereka di jaringan YouTube mereka yang dinamai Jasmine dan Jessica Channel. Mereka  juga mencoba untuk tidak muncul dalam tayangan video mereka tanpa jilbab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s