Lembaga Penjamin Mutu Pesantren Jangan Reaktif

Republika, halaman 12

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, menilai, kehadiran Lembaga Penjaminan Mutu Pesantren itu sangat diperlukan, terlebih untuk perbaikan di bidang pendidikan. Sebab, untuk proses pendekatan mutu sendiri, termasuk bagi pesantren, syaratnya ada standarisasi dan ada lembaga penjamin mutu.

Namun, ia mengingatkan, lembaga penjamin mutu harusnya mengurusi peningkatan mutu seluruh elemen dan komponen di aspek-aspek pendidikan. Di antaranya, mutu produk, output, proses, kurikulum, SDM dan manajemen. Artinya, lembaga ini jangan sampai fokus pada satu elemen yang sifatnya reaktif terhadap dinamika yang ada, misalnya menyeleksi kitab-kitab cuma karena takut radikalisme.

Menurut Sodik, isu radikalisme itu memang penting tapi tidak perlu secara khusus ditangani Lembaga Penjaminan Mutu Pesantren. Menurut dia, hal-hal yang diurusi Lembaga Penjaminan Mutu Pesantren harus memiliki urgensi aspek peningkatan mutunya.

Sebelumnya, Direktur jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, Kemenag akan membentuk lembaga Penjaminan Mutu Pesantren untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara itu. Pembentukan Lembaga ini berkaitan dengan rencana standarisasi pesantren karena masih banyak pesantren yang kurang memenuhi standar di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s