SMP Negeri belum Mampu Gelar UNBK

Media Indonesia, halaman 23

DARI 165 SMP, hanya 8 yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kabupaten Bandung Barat. Itu pun semuanya sekolah swasta. Sementara itu, sekolah negeri menggelar UN berbasis kertas pensil (UNKP).

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat Imam Santoso mengungkapkan hal itu karena keterbatasan anggaran pemenuhan unit komputer.

Imam menjelaskan bahwa sekolah negeri ini siswanya banyak sekali. Bisa dibayangkan kalau rata-rata jumlah siswa di tiap sekolah ada 400 orang. Kalau dihitung jika UNBK dibagi dalam tiga sesi berarti setiap sesi ada 135 siswa yang ikut UNBK, sementara sekolah negeri rata-rata paling hanya mempunyai 40 unit komputer.

Kendala lainnya, kata dia, setiap tahun rombongan pelajar di seluruh sekolah negeri terus bertambah, tapi tak diimbangi dengan sarana dan prasarana, terutama komputer. Kendati demikian, lanjut Imam, pada tahun depan pihaknya akan berusaha mencari solusi agar bisa mendapatkan anggaran baik dari pusat, provinsi, maupun pemda agar minimal ada 5-8 SMP negeri yang bisa jadi percontohan sebagai sekolah yang melaksanakan UNBK.

Sementara itu, tiga SMP negeri di Kota Cirebon yang mengikuti UNBK harus menumpang di sekolah lain. Sebanyak 370 siswa dari SMP 5 Kota Cirebon menumpang di SMK Wahidin. Sementara itu, siswa SMP Negeri 1 menumpang di SMK 1 dan siswa SMP Negeri 8 menumpang di SMA Negeri 4 Kota Cirebon. Sementara itu, tujuh sekolah swasta, menurut Jaja, melaksanakan UNBK secara mandiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s