Akademi Komunitas Harus Gandeng Industri

Republika, halaman 5

Kemenristek Dikti mengimbau akademi komunitas bersinergi dengan industri. Tujuannya agar proses pendidikan berjalan lebih baik. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan, meskipun termasuk akademi baru di pendidikan Indonesia, sejauh ini pihaknya sudah menerbitkan 90 izin pendirian akademi komunitas. Semuanya tersebar di berbagai daerah. Hal itu diungkapkan Patdono usai meresmikan Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang dan Pidie Aceh. Ini merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi yang didirikan PT Semen Indonesia.

Namun, dari 90 akademi komunitas yang berdiri, 40 di antaranya sudah mati. Kebanyakan karena tidak memiliki kerja sama dengan industri. Menurut Patdono, AKSI merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi yang sukses. AKSI bukan hanya bekerja sama dengan industri, melainkan juga dilahirkan oleh industri, yakni PT Semen Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Syarat kedua agar akademi komunitas sukses, kata Patdono, adalah 50 persen dosennya dari kalangan industri. Harapannya, lulusan akademi ini siap kerja. Ia menilai, AKSI Rembang tidak akan kesulitan mendatangkan separuh dosen dari kalangan industri. Banyak karyawan di pabrik Semen Indonesia siap untuk mengajarkan berbagai pengetahuan tentang industri.

Syarat ketiga, harus ada tempat magang bagi mahasiswanya. Magang bukan hanya melihat orang bekerja, melainkan mahasiswa bekerja diawasi oleh ahlinya. Kemenristek Dikti meyakini AKSI tak akan kesulitan menjalani hal tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s