Guru Honorer Masih Terabaikan

Koran Sindo, halaman 2

Berdasarkan penelitian USAID melalui program Prioritas tentangs supply and demand guru baru di sekolah dasar diketahui jika Indonesia masih kekurangan guru kelas PNS (pegawai negeri sipil) sebanyak 282.224. kekurangan itu diisi dengan guru non-PNS termasuk para honorer.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rasyidi menilai pemerintah belum menunjukkan niat baik untuk memperbaiki kesejahteraan honorer. Upah guru honorer masih jauh dari layak, bahkan tidak ada standar upah minimum untuk melindungi kepentingan mereka. Upah mereka masih bergantung pada kebijakan sekolah masing-masing. Para guru honorer itu dibutuhkan tapi tidak diperhatikan.

Untuk itu, lanjut Unifah, PGRI sudah menawarkan dialog untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, hal ini belum ditanggapi baik oleh pemerintah. Jika hal itu tidak diselesaikan, Unifah khawatir kualitas pendidikan Indonesia akan terganggu.

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Kategori Dua (K2) Indonesia, Titi Purwaningsih, mengatakan, upah guru honorer tergantung kebijakan kepala daerah dan kapasitas fiskal tiap daerah. Masih sedikit daerah yang memberikan upah yang layak kepada guru honorer.

Terkait hal itu, Deputi Kajian Kebijakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan, persoalan tenaga honore harus dituntaskan. Pengabdian tenaga honorer harus dihargai tanpa merusak sistem merit yang sedang dibangun. Hak dan kewajiban guru honorer harus berjalan beriringan. Ketika mereka memenuhi kualifikasi maka harus juga diberikan kesejahteraan yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s