Layanan Pendidikan di Daerah Belum Capai Standar Nasional

www.kompas.id

Layanan pendidikan di daerah-daerah masih jauh dari standar nasional. Karena itu, komitmen pada peningkatan layanan pendidikan berkualitas yang memenuhi standar nasional harus dipastikan yang dimulai dari terpenuhinya standar pelayanan minimal.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud, Thamrin Kasman mengatakan, dalam layanan pendidikan ada dua acuan, yakni standar pelayanan minimal dan standar pendidikan nasional. Harapannya tentu delapan standar nasional yang dicapai, tapi daerah-daerah umumnya baru di level tiga dari level enam yang mesti dicapai. Hal itu disampaikan Thamrin dalam acara Kongkow Pendidikan Diskusi dan Tukar Pendapat alias Kopi Darat yang digelar ACDP Indonesia di Jakarta, Rabu (4/5). Tema kali ini adalah “Standar Pelayanan Minimal Pendidikan: Bukan Sekadar Pemenuhan Sarana dan Prasarana”.

Menurut Thamrin, daerah jangan puas dengan standar minimal. Sebab, pendidikan merupakan investasi bangsa untuk semua warga negara. Pemerintah daerah harus punya komitmen kuat dalam menyediakan layanan pendidikan yang tinggi standarnya untuk membuat masyarakat mampu kompetitif.

Bob Sagala, Kepala Subdirektorat Perencanaan Wilayah Jawa-Bali, Ditjen Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, mengatakan, pemerintah daerah harus memastikan semua warga negara, termasuk dari keluarga miskin, terpenuhi kebutuhan dasarnya. Pendidikan termasuk salah satu kebutuhan dasar untuk hidup layak yang harus dipenuhi negara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s