Rektor Bertanggung Jawab jika Radikalisme Berkembang di Kampus

www.antaranews.com

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan, para rektor harus bertanggung jawab jika radikalisme berkembang di kampus yang mereka pimpin.   Usai deklarasi antinarkoba dan radikalisme di Universitas Negeri Semarang, Semarang, Sabtu (6/5), Nasir mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas pada rektor tentang radikalisme di kampus itu. Rektor, kata dia, harus mampu memantau, mengendalikan, dan mendelegasikan tugasnya sehingga radikalisme tidak terjadi di kampus.

Kementerian yang dia pimpin juga telah menyusun kurikulum mencegah radikalisme dengan memasukkan muatan mengenai bela negara sejak 2016.

Sementara itu Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, mengatakan, wadah pendidikan merupakan tempat persemaian generasi berikutnya, oleh karena itu harus steril dari radikalisme dan narkoba. Radikalisme itu membutuhkan waktu yang panjang, oleh karenanya kampus harus mampu mencermati jika terjadi perubahan pada mahasiswa maupun dosen, misalnya membentuk kelompok eksklusif, karena itu merupakan tanda-tanda menjadi radikal. Suhardi mengatakan cukup banyak akademisi yang ikut ke dalam ISIS, kondisi itu harus diperhatikan secara serius oleh pimpinan perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi harus mampu mendeteksi dan mencegahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s