Sekolah Manfaatkan Hasil Pertanian

Republika, halaman 5

Pengolahan hasil pertanian mejadi unggulan SMKN 1 Pereulak, Kabupaten Aceh Timur. Sekolah tersebut mencoba mengajarkan siswa bagaimana mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai jual tinggi.

Kepala SMKN 1 Peureulak M Daud mengatakan, jurusan teknologi hasil pertanian dibuat karena di daerah ini belum ada industri. SMKN 1 Peureulak, lanjutnya, dipilih menjadi salah satu lokasi pelatihan program keahlian ganda tahap IN-1 jurusan teknologi pengolahan hasil pertanian (TPHP) karena sudah ada studi kelayakan jurusan tersebut.

Daud menjelaskan, sekolahnya menerapkan pengajaran 75 persen pendidikan vokasi, sementara 25 persen pendidikan umum. Pengajaran itu sesuai dengan permintaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun demikian, ia mengakui sulit menyalurkan lulusannya karena tidak banyak industri di Aceh Timur. Sehingga, ia membekali siswa-siswanya tentang pengolahan hasil pertanian.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan vokasi atau penguasaan keahlian terapan tertentu sangat penting untuk pemenuhan pasar tenaga kerja di Indonesia. Pendidikan vokasi saat ini belum bisa menjawab tantangan maupun kebutuhan pasar kerja karena banyak kesempatan kerja yang membutuhkan keterampilan tidak bisa diisi dengan baik oleh lulusan SMK atau politeknik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s