Pelatihan Atasi Kekurangan Guru SMK

Media Indonesia, halaman 22

Upaya revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) yang sedang di lakukan pemerintah saat ini menghadapi sejumlah kendala, antara lain kekurangan guru produktif, yakni guru-guru yang mengampu mata pelajaran praktik, seperti di bengkel, studio, atau laboratorium.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata mengatakan bahwa berdasarkan pemetaan, terdapat kekurangan guru produktif sebanyak 91.816. Rinciannya, SMK negeri kurang 41.861 orang dan di swasta kurang 50 ribu. Untuk mengatasi kekurangan itu, Kemendikbud menjalankan sejumlah upaya, antara lain melalui program keahlian ganda, yaitu melatih guru normatif dan adaptif (guru pengampu mata pelajaran ilmu murni) agar bisa berperan sebagai guru produktif juga.

Pada gelombang pertama, kata Sumarna, pihaknya telah melatih 12.471 ribu guru. Tahun ini, pihaknya mengadakan pelatihan bagi 15 ribu guru.  Saat ini pelatihan itu masih berlangsung di sejumlah tempat, antara lain SMK Swasta Perkebunan MM 52 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sepanjang tiga bulan terakhir ini sekolah itu menjadi pelaksana program pelatihan keahlian ganda guru SMK dari tiga provinsi, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s