LPTK Perlu Direvitalisasi

Republika, halaman 5

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menegaskan perlunya revitalisasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini disampaikan Nasir dalam pertemuan Rektor dan Wakil Rektor LPTK Negeri se-Indonesia di Medan, Sabtu (20/5).

Nasir menjelaskan, dari total 422 LPTK, 41 diantaranya Perguruan Tinggi Negeri. Dari angka ini, PTN yang bergerak di LPTK yang program studinya memiliki akreditasi A masih tujuh persen. Untuk yang akreditasi B sebesar 35 persen, akreditasi C 23 persen dan 35 persen lagi belum terakreditasi.

Menurut Nasir, kondisi ini sangat memprihatinkan, terlebih peringkat di Programme for International Student Assesment (PISA) dan Trends International Mathematics and Science Study (TIMS) juga rendah. Kondisi ini menunjukkan perlu revitalisasi LPTK supaya bisa menghasilkan pendidikan guru yang sesuai kebutuhan.

Nasir mengatakan, jumlah guru di Indonesia saat ini sudah banyak. Namun sangat dibutuhkan peningkatan kompetensi para guru. Oleh sebab itu, sinergitas Kemenristekdikti dan Kemendikbud harus ditingkatkan. Dengan begitu, pendidikan guru yang sesuai kebutuhan dapat terwujud.

Nasir menambahkan, program revitalisasi LPTK harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas input, proses serta output dan outcomes yang terukur. Semua LPTK yang direvitalisasi, kata Nasir, harus menerapkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s