Kompetisi Dorong Metode Pengajaran Kreatif dan Menyenangkan

The Jakarta Post, halaman  4

Wiranto, seorang guru seni rupa, membuat penonton tertawa dan bersorak sorai saat ia mendemonstrasikan metode pengajarannya, termasuk menyanyi lagu rap.

Guru SMA Negeri 1 Wonosegoro di Boyolali, Jawa Tengah, tersebut adalah satu dari lima finalis dari ajang kompetisi Guru Unggul Inovatif tingkat SMA di Semarang, Jawa Tengah, yang berhasil terpilih dari total 122 peserta. Semua finalis mendemonstrasikan metode pengajaran inovatif mereka di atas panggung yang digelar di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis lalu (18/5).

Wiranto berhasil mencuri perhatian pengunjung yang hadir ketika ia mempresentasikan metode pengajarannya yang unik dan inovatif dengan mengenakan topi miring bertuliskan “Jordan” (nama pemain basket legendaris asal AS, Michael Jordan). Dengan diiringi dentuman musik dan disertai puluhan siswa SMA Negeri 5 yang berperan sebagai muridnya, ia memulai sesi pelajaran dengan bergaya sebagai penyanyi rap.

Cara ia berkomunikasi pun sangat santai dengan menggunakan campuran bahasa Jawa dan bahasa Inggris, sehingga tercipta suasana yang semarak di dalam kelas. Ketika dia menjelaskan berbagai genre seni rupa, dia menggunakan komputer dan menunjukkan beberapa lukisan kepada siswanya. Wiranto berhasil meraih posisi kedua di ajang kompetisi tingkat provinsi itu dengan penampilannya yang unik dan mudah diingat.

Peserta lainnya, Niansari Susapto Putri, seorang guru pendidikan seni budaya di SMA Negeri 1 Karangkobar, Banjarnegara, juga berhasil menarik perhatian pengunjung. Ia mengatakan, ia meminta murid-muridnya membuat kostum tari mereka sendiri dengan menggunakan sampah guna mendorong pelestarian lingkungan. Dalam pengumuman di akhir acara, Niansari berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang kompetisi itu.

Juara ketiga dari ajang kompetisi itu direbut oleh Bayu Wijanarko, seorang guru Biologi di SMA Science Plus Ponpes Baitul Qur’an Sragen, Jawa Tengah. Ia mempresentasikan metode pengajarannya secara interaktif tentang sistem kardiovaskular manusia.

Wardi, dosen UNNES yang juga salah satu juri dalam ajang kompetisi tersebut, mengatakan, cara mengajar yang inovatif sangat penting untuk memotivasi siswa. Kompetisi tahunan tersebut berfungsi sebagai ajang bagi guru untuk mempresentasikan metode pengajaran mereka yang inovatif.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s