Siswa Aceh Kembangkan Teknologi untuk ‘Memanen’ listrik dari Pohon Kedondong

The Jakarta Post, halaman 4

Sementara sebagian besar remaja beralih ke gadget atau video games sebagai hiburan, namun seorang siswa dari Aceh bernama Naufal Raziq, 15 tahun, berhasil mengubah kegemarannya terhadap sains menjadi sebuah teknologi yang menghasilkan energi listrik dari pohon kedondong.

Naufal adalah siswa kelas 3 MTs negeri yang telah berhasil memasok listrik ke beberapa rumah di kampung halamannya di Tampur Paloh, Aceh, melalui pembangkit listrik bertenaga pohon kedondong. Pohon kedondong banyak ditemukan di sekitar lingkungan rumahnya.

Pembangkit tersebut tidak menghasilkan energi listrik sebanyak mesin diesel, namun cukup untuk menyalakan dua lampu halogen ringan untuk setiap rumah. Naufal mendapat gagasan untuk menciptakan teknologinya itu setelah mendapat bantuan dari perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina, yang membantu mengembangkan pembangkitnya yang sederhana menjadi laik teknologi.

Gagasan untuk teknologinya itu bermula setelah Naufal melihat cara kerja baterai. Untuk mendapatkan energi listrik, ia memasukkan sepotong seng dan tembaga ke dalam pohon kedondong. Dua logam tersebut berfungsi sebagai elektroda dalam baterai dan menciptakan reaksi kimia saat bersentuhan dengan zat asam yang ada di dalam pohon kedondong.

Naufal mengatakan, ia mendapat ide menjadikan pohon kedondong sebagai pembangkit listrik setelah mempelajari ilmu pengetahuan alam (IPA), dimana kentang yang mengandung zat asam dapat menghasilkan energi listrik. Ia kemudian mulai melakukan penelitian dengan mencoba beberapa pohon, diantaranya mangga, belimbing dan pohon asem. Dia menghabiskan tiga tahun bereksperimen dengan pohon-pohon itu sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan pohon kedondong.

Pembangkit listrik yang dikembangkan Naufal tampaknya tidak efektif karena hanya bisa menyalakan bola lampu dengan voltase rendah. Namun, di masa yang akan datang, ia kemungkinan akan lebih jauh lagi mengembangkan teknologinya itu sehingga dapat menyalakan peralatan yang lebih besar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengakui kreativitas dan inovasi Naufal tersebut, dan berjanji untuk menyediakan dana bagi ilmuwan muda tersebut untuk terus mengembangkan teknologinya. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian ESDM, Hadi M. Djurait. Namun demikian, ia tidak memberitahukan berapa jumlah dana yang akan disediakan.

Pada Jumat lalu, didampingi oleh ayahnya, Supriaman, dan gurunya, Jamaliah, Naufal terbang ke Jakarta atas undangan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Mereka mendiskusikan gagasan Naufal tersebut dan berjanji untuk mendukung pengembangan penelitian yang dilakukan Naufal.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s