Mudahkan Warga Mengakses Bahan Bacaan

Kompas, halaman 12

Pemerintah perlu terus mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat. Minat baca diharapkan tumbuh jika masyarakat mudah mengakses bahan bacaan. Hal itu mengemuka dalam diskusi “Implementasi Revolusi Mental Melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat”, Senin (5/6), di Surabaya, Jawa Timur.

Anggota Komisi X DPR Syarif Bando yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, sudah bukan zamannya lagi menghitung efektivitas perpustakaan dengan melihat jumlah warga yang datang. Saat ini tantangannya adalah bagaimana masyarakat kota hingga pedesaan bisa mengakses buku bacaan. Perpustakaan harus lebih dekat ke masyarakat.

Melalui kebiasaan membaca buku, masyarakat akan memiliki tingkat kedalaman dalam memahami sesuatu. Mereka akan kritis dalam melihat sebuah persoalan dan tidak mudah terhasut informasi yang masih dangkal. Tingginya indeks literasi juga membuat masyarakat kian mudah memecahkan masalah karena berwawasan luas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Wiwik Widayati mengatakan, saat ini Surabaya memiliki 1.399 titik layanan baca yang tersebar di 31 kecamatan. Sebanyak 347 titik layanan baca berada di lingungan rukun warga (RW), sedangkan sisanya tersebar di ruang publik, seperti sekolah, taman kota, pondok pesantren, dan perpustakaan keliling. Tersebarnya titik layanan baca itu diharapkan mendorong masyarakat meningkatkan budaya baca yang saat ini mulai tergerus kebiasaan menerima informasi secara audiovisual.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s