Keberagaman Jadi Perhatian

Kompas, halaman 11

Penyadaran tentang keberagaman menjadi perhatian para pendidik di sekolah. Lewat pembelajaran hingga membangun kegiatan bersama yang melibatkan semua siswa yang beragam dapat membiasakan siswa saling menghargai dan menghormati perbedaan. Guru Sejarah SMA Negeri 12 Bekasi, Jawa Barat, Endah Priyatni mengatakan, materi mata pelajaran Sejarah dapat memperkuat pemahaman siswa bahwa Indonesia sejak awal beragam. Sejarah tentang asal-usul nenek moyang, tentang Nusantara, hingga lahirnya Pancasila menunjukkan bahwa bangsa ini bukan hanya milik sekelompok orang.

Endah mengatakan, dirinya mengembangkan pembelajaran Sejarah yang menarik dengan media komik. Ini untuk membuat pembelajaran itu di sekolah mempunyai makna dalam membangun kecintaan generasi muda kepada sejarah bangsa. Ia menambahkan, kemampuan guru untuk membawakan konten pembelajaran yang relevan dengan kondisi bangsa ini memang harus diperkuat. Pendidikan agana pun juga harus bisa mengembangkan dialog antar-agama.

Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo Sitepu berharap sekolah memberi ruang untuk menguatkan kembali semangat kebhinekaan, menerima keberagaman dengan sikap saling menghormati, lalu bersedia hidup bersama dengan rukun dan damai, seperti yang diamanatkan Pancasila. Karena itu, yayasan yang dipimpinnya ingin mengembalikan guru di sekolah sebagai rujukan keberagaman. Untuk itu, Sekolah Guru Kebhinekaan (SGK) ada untuk membekali guru mampu mengembangkan semangat kebhinekaan dimulai dari dirinya, lalu bisa dibagi kepada siswa dan lingkungan sekolah.

Adapun Kementerian Agama melaksanakan program dialog lintas guru pendidikan agama sejak 2013 di sejumlah provinsi. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag Abdurrahman Mas`ud mengatakan, setiap tahun 30 guru pendidikan agama mengikuti lokakarya yang berisi materi tentang kewarganegaraan, pluralisme, dan kontribusi agama. Beberapa wujud yang telah diterapkan ialah gotong-royong antarpemeluk agama yang berbeda, kampanye perdamaian, dan kunjungan siswa ke rumah-rumah ibadah yang berbeda-beda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s