Mendikbud: Lima Hari Sekolah Untungkan Madrasah

Koran Sindo, page 2

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan kebijakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018 menguntungkan madrasah diniyah. Lembaga pendidikan ini bisa diintegrasikan dalam proses pembentukan karakter yang menjadi tujuan utama kebijakan lima hari sekolah.

Kebijakan lima hari sekolah yang dilontarkan oleh Kemendikbud kembali menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Kebijakan ini dinilai hanya sebagai versi lain dari konsep full day school yang sempat ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Sebagian elemen yang menolak menilai konsep ini hanya akan kian membebani para peserta didik, termasuk membatasi interaksi mereka dengan orang tua dan lingkungan rumah.

Muhadjir menjelaskan, konsep pendidikan belajar delapan jam itu hendaknya tidak dibayangkan siswa akan berada di kelas sepanjang hari. Konsep ini hanya menekankan aktivitas siswa dengan berbagai metode belajar.

Muhadjir menambahkan nantinya guru akan mendorong siswa untuk belajar dengan berbagai metode seperti bermain peran dan dari bermacam-macam sumber belajar, bisa dari seniman, petani, ustaz, pendeta. Banyak sumber yang bisa terlibat, tetapi guru harus tetap bertanggung jawab pada aktivitas siswanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s