Program Sekolah Lima Hari Bersifat Opsional

Koran Sindo, halaman 5

Sekolah lima hari akan dijalankan secara opsional sesuai ciri khas masing-masing daerah. Selain tidak akan ada pemaksaan, ciri khas daerah dalam penguatan karakter juga akan lebih diutamakan. Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Muhadjir mengatakan, Permendikbud mengenai sekolah lima hari sudah keluar dan akan disusun pedoman teknis tentang materi pelajarannya. Dia mengatakan peraturan sekolah lima hari ini akan diatur sefleksibel mungkin dengan memanfaatkan sumber belajar di lingkungan sekolah.

Dia membantah bahwa dengan pemberlakuan sekolah lima hari itu Pendidikan Agama akan dihapuskan. Justru Pendidikan Agama sebagai bagian dari penguatan karakter akan menjadi materi opsional yang diajarkan di masing-masing daerah. Misalnya di Jawa Timur, madrasah diniyahnya sangat kuat, maka pembentukan karakter melalui madrasah itu akan diperkuat. Namun beda lagi dengan ciri khas di Papua, tentunya yang akan dikuatkan adalah yang menonjol di daerah itu.

Sementara itu, KH Maruf Amin menjelaskan, dari dialog ini, MUI menangkap bahwa kebijakan ini memang akan dilakukan secara bertahap dan opsional. Setelah itu, MUI akan membuat saran dan pendapat yang akan dirumuskan secara tertulis. Mengenai opsional itu, meski tidak bisa dimasukkan ke dalam Permen, Kemendikbud sudah menyanggupi untuk memasukkannya ke dalam pedoman teknis. Namun demkian, lanjutnya, MUI ingin Kemendikbud menegaskan bagaimana nanti status madrasah dan gurunya serta pemberdayaan madrasah yang selama ini kurang diberdayakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s