Sekolah 5 Hari Tunggu Peraturan Presiden

Kompas, halaman 1

Penerapan kebijakan lima hari sekolah yang semula direncanakan efektif pada tahun ajaran baru 2017/2018 tidak berjalan mulus. Pemerintah perlu mempersiapkan peraturan presiden sebagai payung hukum kebijakan itu. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin mengumumkan hal itu sesuai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Hadir dalam pertemuan itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ma`ruf mengatakan, dirinya dan mendikbud membahas bersama presiden tentang Peraturan Menteri No 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mendapat reaksi luas dari masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami yang menjadi keinginan ormas dan masyarakat Islam.

Menurut Ma`ruf, regulasi akan ditingkatkan dari peraturan menteri menjadi peraturan presiden. Penyusunannya pun akan melibatkan menteri-menteri terkait, seperti Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, ataupun ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Regulasi ini nantinya juga akan menguatkan madrasah diniyah. Tidak hanya dilindungi, tetapi juga dikuatkan penguatan karakter.

Mendikbud Muhadjir Effendy menambahakan, saat ini, pihaknya tengah menggodok pedoman dan petunjuk pelaksanaannya bersama tim. Aturan pelaksanaan ini juga disinkronkan bersama Kementerian Agama. Sejumlah sekolah di sejumlah daerah yang ditemui menyatakan belum siap dengan kebijakan lima hari sekolah. Ini karena sarana prasarana dan tenaga pendidik belum memadai dan minim sosialisasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s