Draft Peraturan Presiden Lima Hari Sekolah Dibahas

Koran Tempo, halaman 8

Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, serta lembaga pendidikan keagamaan membahas draf Peraturan Presiden tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tenatang Hari Sekolah.

Direjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan, Hamid Muhammad, mengatakan dalam rapat tersebut mereka membahas aspirasi dari semua pihak untuk merumuskan draf tersebut selain itu juga membicarakan mengenai solusi bagi sekolah-sekolah madrasah yang berpotensi terkena dampak aturan baru tersebut. Hamid mengatakan aturan perpres akan mengedepankan isu pendidikan karakter dibanding masalah waktu belajar. Tapi beleid itu pun akan disinkronasikan dengan aturan jam kerja guru.

Presiden Joko Widodo menyatakan akan menerbitkan perpres sebagai dasar kebijakan pengganti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Hari Sekolah. Pada Senin pekan lalu, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menandatangani Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan menjadi lima hari sepekan dengan menambah jam pelajaran menjadi delapan jam per hari. Aturan baru itu memantik protes dari sejumlah kalangan yang khawatir lembaga pendidikan lain, seperti madrasah, bakal terganggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s