Hari Sekolah Dimatangkan

Media Indonesia, halaman 2

Evaluasi pemerintah terhadap kebijakan sekolah lima hari (full day school) bukan menghilangkan programnya, melainkan untuk lebih mematangkan. Dengan demikian, penerapannya tidak menimbulkan pro dan kontra, tetapi di­terima seluruh elemen masyarakat. Pendapat itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung secara terpisah di Jakarta, kemarin.

Pramono mengungkapkan, pemerintah mengevaluasi Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2017 itu karena adanya sejumlah saran dan kritik dari masyarakat. Peraturan yang mencakup tentang waktu bersekolah sehari penuh itu akan diatur dalam peraturan lebih kuat dan komprehensif.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Per­satuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) Unifah Rosyidi menilai ada rahmat tersembunyi (blessing in disguise) dalam polemik hangat terkait dengan waktu sekolah lima hari. Karena, pemerintah melalui Kemendikbud justru mempunyai perhatian terhadap pendi­dikan agama atau madrasah karena selama ini sekolah dan mad­rasah berjalan sendi­ri-sendiri.

Kemendikbud, tambahnya, sedang menyelaraskan bersama Kemenag agar pendidikan karakter bisa masuk ke madrasah diniah. Menurut Unifah, protes muncul karena Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah itu kurang dikomunikasikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s