Perkuat Substansi pada Akar Budaya

Kompas, halaman 12, Jumat, 23 Juni

Penguatan pendidikan karakter perlu disinkronkan dengan akar budaya bangsa. Saatnya generasi milenial disiapkan menyongsong bonus demografi disertai komitmen menjadikan kebudayaan sebagai haluan pembangunan nasional.

Wakil Ketua Komisi X (bidang pendidikan dan kebudayaan) DPR Ferdiansyah mengatakan, sebaiknya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan giat menyosialisasikan visi penguatan karakter. Sejumlah hal mendasar perlu dijelaskan, mulai dari terminologi, ruang lingkup, klasifikasi, maksud/tujuan, manfaat, metode transformasi, hingga monitoring/evaluasi. Mengingat karakter tak lepas dari aspek budaya, Ferdiansyah menyarankan semua hal itu disinkronkan dengan UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ferdiasnyah mengatakan, puluhan juta siswa SD-SMP sekaran ini akan menapaki usia produktif 5-10 tahun ke depan seiring puncak bonus demografi. Jika generasi milenial yang tumbuh dalam era digital itu tidak dibekali karakter berbasis budaya, bisa dibayangkan eksistensi bangsa ini pada masa depan.

Semantara itu, guru SMPN 1 Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, Andi Jamaluddin mengatakan, penerapan lima hari sekolah yang kini dikemas dengan program penguatan karakter butuh persiapan. Guru belum memadai dari sisi jumlah dan mutu. Demikian pula sarana, termasuk kantin, kamar mandi, dan sarana ibadah. Belum lagi  banyak anak-anak di perbatasan yang harus dipastikan bisa terlayani jika pulang lebih sore.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s