Peningkatan Madrasah Butuh Rp. 24 Triliun

Kompas, halaman 13

Peningkatan mutu pendidikan di madrasah menjadi fokus Kementerian Agama (Kemenag) mulai tahun ini hingga 2019. Guna mencapai peningkatan mutu madrasah menjadi lembaga pendidikan Islam yang lebih baik dan kompetitif, diperkirakan dibutuhkan dana mencapai Rp. 24 triliun. Kemenag telah memiliki rancangan besar yang menjadi acuan di seluruh Indonesia terkait dengan peningkatan mutu itu. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin

Dia mengatakan, dalam rancangan besar yang disusun Kemenag dengan dukungan pemerintah Australia, berbagai program telah dirumuskan untuk menjadi pegangan bersama dalam mewujudkan pendidikan di madrasah yang semakin bermutu. Selain anggaran dari pemerintah pusat dan daerah, dukungan dana juga diupayakan dari partisipasi masyarakat dan dunia usaha, serta bantuan donor dari negara lain.

Sedikitnya ada tiga komponen besar program penguatan mutu pendidikan madrasah, yakni peningkatan kompetensi lebih dari 1,2 juta guru madrasah, staf pendukung, manajer, dan personel penjamin mutu. Selain itu, bantuan untuk lebih dari 45.000 madrasah dalam memenuhi standar nasional pendidikan dan standar pelayanan minimal. Prioritas lainnya adalah rehabilitasi lebih dari 110.000 ruang kelas yang rusak, fasilitas khusus untuk pendidikan inklusif, dan bantuan teknis yang berkualitas tinggi.

Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag Nurkolis Setiawan mengatakan, berdasarkan data per April 2015, jumlah madrasah 75.998 institusi. Dari jumlah itu, hanya 3.882 madrasah berstatus negeri dan lebih dari 90 persen dimiliki masyarakat. Kemenag meminta pemerintah daerah membantu madrasah. Untuk pencapaian standar minimal merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, untuk peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah memang masih mengandalkan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenag.

Advertisements

Madrassa Improvement Requires Rp. 24 Trillion

Kompas, page 13

Education quality improvement in madrassa becomes the focus of Ministry of Religious Affairs (Kemenag) starting this year to 2019. In order to achieve madrassa quality improvement to become better and competitive Islamic education institutions, it is estimated to require funds reaching Rp. 24 trillion. Kemenag has a grand design which is a reference throughout Indonesia in regards this quality improvement. This was conveyed by Director General of Islamic Education Kemenag Kamaruddin Amin.

He said, in the grand design created by Kemenag with the support of the Australian government, various programs have been formulated to become joint guidelines in realizing madrassas of increasingly better quality. In addition to budget from the central and regional administrations, funding support is also sought from the participation of the public and business sector, as well as donor assistance from other countries.

There are at least three major components of the madrassa educational quality enhancing program, namely competency improvement of more than 1.2 million madrassa teachers, supporting staff, managers, and quality assurance personnel. In addition, assistance for more than 45,000 madrassas in meeting education national standard and minimum service standard. Other priorities are the rehabilitation of more than 110,000 damaged classrooms, special facilities for inclusive education, and technical assistance of high quality.

Director of Madrassa Education Kemenag Nurkolis Setiawan said, based on data per April 2015, the total number of madrassas is 75,998 institutions. From that figure, only 3,882 madrassas are of state status and more than 90 percent are publicly owned. Kemenag asked the regional administrations to help madrassas.   To achieve the minimum standard is the responsibility of the regional administrations. However, for quality improvement of educators and education personnel in madrassas still relies on the central government, in this case Kemenag.

Madrassa Improvement Requires Rp. 24 Trillion

Madrassa Improvement Requires Rp. 24 Trillion